RADAR SURABAYA - Sebuah video pengeroyokan terhadap seorang pengemudi mobil oleh oknum suporter viral di media sosial (medsos). Aksi pengeroyokan itu terjadi bertepatan saat malam Anniversary Persebaya ke-98 di kawasan Jalan Embong Wungu, Genteng, Surabaya, Rabu (18/6) dini hari.
Korban Kevin Tirta Budianto, 32, mengatakan saat itu dirinya mengemudikan mobil hendak pulang melintas di Jalan Basuki Rahmat. Korban berpapasan dengan rombongan suporter yang melawan arus. Menurutnya salah satu oknum suporter mengendarai motor dalam kondisi zig-zag meski tahu ada pengemudi mobil melaju di jalur yang benar.
Korban saat itu mobilnya sudah berjalan minggir. "Jadi aku jalan terus. Entah nyenggol salah satu dari mereka aku pun jalan terus sampai diteriaki tabrak lari sama maling," ujarnya, Kamis (19/6).
Merasa tidak bersalah korban turun dari mobil bermaksud menjelaskan situasi dan memastikan tidak ada yang luka. Namun saat itu di lokasi justru memanas karena muncul cekcok antar suporter dan berujung keributan.
Tak lama kemudian anggota Polsek Tegalsari melerai kejadian tersebut. Sebab kejadian berada di seberang depan kantor Polsek. Kevin menyebut saat itu ada anggota polisi juga terkena pukulan saat melerai.
Setelah insiden tersebut korban mengaku sempat diberi pilihan untuk ke kantor polisi atau pulang. Merasa sudah aman, korban memilih pulang melanjutkan perjalanan. Apesnya, saat perjalanan korban kembali dikejar kelompok oknum suporter yang sama.
Saat mobil berbelok ke Jalan Embong Wungu massa oknum suporter merusak mobil dan memaksa korban keluar dari mobilnya. Akhirnya terjadi pengeroyokan di lokasi. "Mobil saya dirusak dan terjadi pengeroyokan itu," ucapnya.
Akibat aksi pengeroyokan itu korban mengalami luka di pelipis mata, bibir pecah, memar di dada dan kerusakan pada mobil. Usai kejadian korban sudah melakukan visum dan melapor ke Polrestabes Surabaya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan korban sudah melapor. Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah bergerak melakukan penyelidikan. "Iya. Sekarang dalam penyelidikan untuk menangkap pelakunya," ucap Edy kepada Radar Surabaya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto