Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Pandangan Akademisi terhadap Proyek Flyover Bundaran Dolog Surabaya

Dimas Mahendra • Selasa, 17 Juni 2025 | 01:09 WIB
Pembangunan flyover di Bundaran Dolog nantinya diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.
Pembangunan flyover di Bundaran Dolog nantinya diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

RADAR SURABAYA - Upaya pemerintah kota dalam mengurai kemacetan di sekitar area Bundaran Dolog terus bergulir.

Hal ini terlihat dari masih bergeraknya proses pembebasan lahan guna menyediakan area pembangunan flyover (FO) di sana.

Pengamat Perencanaan dan Tata Ruang Wilayah Kota Putu Rudy Setiawan mengungkapkan kalau proyek ini berperan sangat penting dalam hal memecah kemacetan di sana.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan dibangun menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

Nah, berbicara terkait kesiapan pelaksanaan proyek ini, menurut dia tidak cukup jika hanya dilihat dari kesiapan pemerintah kota saja.

Namun, pusat juga harus dipastikan juga kesiapan dari anggarannya. Sebab, pusat juga punya berbagai program lain.

"Ini rumit karena melibatkan dua pihak, satu penyandang dana dalam hal ini pemerintah pusat dan satu lagi pemilik wilayah," kata Rudy.

Akademisi dari ITS itu menambahkan, seperti halnya upaya pemerintah kota membangun LRT beberapa waktu lalu.

Pada saat itu, pemkot sudah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung seperti park and ride.

Sayangnya, anggaran untuk proyek tersebut tak kunjung tersedia.

"Proyek itu tertunda hingga pergantian kepala pemerintahan, yang berisiko mengubah kebijakan," ujarnya.

Dia melanjutkan, baik flyover ataupun underpass yang bakal dibangun nantinya di sana, keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Dari segi pembiayaan, flyover jauh lebih efisien. Beda lagi dengan underpass.

Bagi Rudy, under pass bukan hanya soal kesulitan konstruksi.

Tapi, banyaknya jalur utilitas yang perlu diperhatikan juga.

Dan tentunya pemindahan utilitas ini bakal menelan biaya yang cukup besar.

"Memindahkan pipa transmisi utama bukan pekerjaan satu dua hari, bisa memakan waktu berbulan-bulan. Biaya pemindahan dan opportunity cost selama proses itu luar biasa besar karena area layanannya bisa mencakup seluruh Surabaya. Inilah yang membuat konstruksi underpass menjadi jauh lebih mahal," tuturnya.

Oleh karena itu, keputusan akhir pembangunan akan menjadi kompromi dari berbagai aspek, mulai dari teknis, sosial, lingkungan, hingga politis.

Yang jelas, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas ekonomi dan mengurai kemacetan dari arah Sidoarjo

"Ini yang pada akhirnya akan menentukan wajah baru salah satu gerbang utama Kota Surabaya. Tujuan proyek ini sangat krusial, terutama untuk mengatasi kemacetan parah di perlintasan sebidang yang selalu menjadi titik biang macet pada jam-jam sibuk," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#its #kemacetan #surabaya #akademisi #underpass #flyover #bundaran dolog