Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DPRD Surabaya Soroti Rendahnya Setoran Pajak Parkir Minimarket

Dimas Mahendra • Senin, 16 Juni 2025 | 20:28 WIB
Ilustrasi parkir di minimarket.
Ilustrasi parkir di minimarket.

RADAR SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, angkat suara soal temuan rendahnya setoran pajak parkir dari sejumlah minimarket yang hanya tercatat Rp 175 ribu hingga Rp 250 ribu per bulan.

Temuan ini sebelumnya sempat diungkap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sebuah video resmi pemerintah kota.

“Saya juga kaget ketika melihat data tersebut. Pajak parkir Rp 175–250 ribu per bulan untuk toko modern? Ini angka yang tidak masuk akal, apalagi jika kita melihat potensi parkir di lokasi strategis,” ujar Bahtiyar saat dikonfirmasi Radar Surabaya, Senin (16/6).

Ia menilai, sejauh ini DPRD belum pernah menerima laporan rinci dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait besaran pajak parkir yang disetorkan toko-toko modern di Surabaya.

“Sepertinya teman-teman di DPRD juga belum tahu soal ini, khususnya yang berkaitan dengan parkir toko swalayan,” katanya.

Menurut Bahtiyar, kondisi ini menunjukkan pentingnya pembenahan serius dalam sistem pemungutan pajak parkir.

Salah satu solusi yang ia dorong adalah percepatan penggunaan sistem digital.

“Ini pentingnya digitalisasi parkir agar tidak ada lagi potensi kebocoran PAD,” tegasnya.

Ia menyarankan agar Pemkot mulai menerapkan sistem pembayaran nontunai, baik dengan metode QRIS, kartu, maupun sistem elektronik lainnya.

“Digitalisasi seperti QRIS, TAB, atau sistem lain yang praktis dan cepat harus segera diterapkan,” jelas politisi dari Fraksi Gerindra tersebut.

Meski mengakui bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lapangan masih jadi kendala, Bahtiyar menilai hal itu bisa diatasi dengan pelatihan dan sosialisasi.

“Kalau memang SDM belum siap, tinggal dilatih. Harus ada pelatihan khusus agar mereka paham dan bisa menjalankan sistemnya,” katanya.

Ia membandingkan dengan kebiasaan pembayaran tol yang sebelumnya masih konvensional, namun kini masyarakat sudah terbiasa menggunakan sistem elektronik.

“Sama halnya dulu kita bayar tol pakai uang tunai. Lama-lama terbiasa pakai kartu. Begitu juga dengan sistem parkir, pasti bisa,” pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pajak parkir #surabaya #minimarket #dprd surabaya