Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rujak Cingur Genteng Durasim Surabaya, Kuliner Legendaris 87 Tahun Tak Pernah Pindah Tempat

Andy Satria • Senin, 16 Juni 2025 | 03:24 WIB

 

LEGENDARIS: Salah satu juri racik rujak cingur legendaris di kawasan Genteng Durasim, Surabaya, mempersiapkan pesanan pelanggannya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
LEGENDARIS: Salah satu juri racik rujak cingur legendaris di kawasan Genteng Durasim, Surabaya, mempersiapkan pesanan pelanggannya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Rujak cingur yang terletak di Jalan Genteng Durasim, Surabaya, merupakan salah satu kuliner legendaris yang berada di Kota Pahlawan.

Berdiri sejak tahun 1938, tempat makan sederhana ini masih bertahan hingga kini tanpa pernah berpindah lokasi atau membuka cabang di mana pun.

Menurut Rubiati, generasi ketiga dari perintis rujak cingur ini, warung legendaris tersebut masih mempertahankan cita rasa dan tradisi yang sudah turun-temurun.

Salah satu ciri khas yang tak tergantikan adalah cobek besar yang digunakan untuk meracik rujak, benda bersejarah ini telah digunakan sejak tahun 1945.

“Cobek ini hanya boleh dirawat dan dicuci oleh keluarga. Takutnya jatuh atau rusak, karena ini warisan,” ujar Rubiati saat ditemui di warung yang saat ini dikelola oleh generasi ke empat, Minggu (15/6).

Cobek legendaris itu bisa digunakan untuk meracik hingga 30 porsi rujak cingur sekaligus.

Di dinding warung, berjejer foto-foto pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat hingga artis ibu kota.

Menandakan bahwa rujak cingur ini merupakan tempat istimewa yang tidak saja oleh warga Surabaya, tapi juga di luar kota.

Dulu warung ini tidak hanya menyajikan rujak cingur, tapi juga menyediakan rawon, lodeh, dan sayur asem. Namun kini hanya ada dua, yakni rujak cingur dan sop buntut.

Rubiati menambahkan bahwa yang membuat kuliner ini istimewa, adalah rahasianya pada bahan-bahan pilihan dan bumbu khas. “Kami pakai cingur asli, tidak ada campuran seperti telinga atau bagian lain. Petisnya dari Sidoarjo, sudah langganan sejak awal buka. Bumbu kacangnya juga lebih banyak,” jelasnya.

Untuk isian, rujak ini tetap mempertahankan elemen klasik seperti timun, tahu, tempe, mie kuning, nanas, mangga muda, kangkung, kecambah, dan tentu saja cingur sapi. Dua orang juru masak yang sudah puluhan tahun bekerja di warung ini pun ikut menjaga konsistensi rasa.

Jam operasional Warung rujak cingur Genteng Durasim ini, buka setiap hari pukul 11.00 hingga 17.00 WIB, dengan harga Rp 50.000 per porsinya untuk rujak cingur spesial. (sam/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#legendaris #petis #rujak cingur #makanan #kuliner