Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

13 Jemaah Haji Surabaya Negatif Covid-19 Setelah Swab Antigen, Diimbau Waspadai Penyakit Menular dari Arab Saudi

Rahmat Sudrajat • Senin, 16 Juni 2025 | 01:38 WIB

 

DIPANTAU: Jemaah haji saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Hingga Minggu (15/6), jemaah yang di-swab antigen sebanyak 13 orang dari 11 kloter yang sudah tiba.
DIPANTAU: Jemaah haji saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Hingga Minggu (15/6), jemaah yang di-swab antigen sebanyak 13 orang dari 11 kloter yang sudah tiba.

RADAR SURABAYA - Sebanyak 13 jemaah haji menjalani tes swab antigen setibanya di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Pemeriksaan ini dilakukan setelah pemantauan suhu tubuh menggunakan thermal scanner yang tersedia di Gedung Muzdalifah dan Mina asrama haji serta aplikasi Satu Sehat Health Pass (SSHP). Hasilnya, seluruh jemaah dinyatakan negatif Covid-19.

"Dari kloter 1 sampai 5, ada 11 jemaah yang kita swab antigen, hasilnya negatif semua. Kemudian dari kloter 6 sampai 11, ada 2 orang lagi. Total 13 jemaah yang terindikasi (Covid, Red), semuanya negatif," jelas Kabid Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, Minggu (15/6).

Meskipun negatif, Rosidi tetap memberikan notifikasi kepada daerah asal masing-masing jemaah untuk pengawasan selama 14 hari ke depan.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah yang menjalani swab antigen merupakan lansia dengan riwayat penyakit bawaan. "Karena kelelahan, kondisi mereka memang lemah," imbuhnya.

Rosidi mengimbau jemaah haji untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, memakai masker, menghindari kerumunan, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. 

"Mengingat Covid-19 telah endemi, yang terpenting adalah menjaga perilaku hidup bersih dan sehat," pesannya.

Pria yang juga menjabat Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya juga mengingatkan potensi penularan penyakit lain dari Arab Saudi, seperti MERS-CoV dan influenza.

"Semua pelaku perjalanan luar negeri berpotensi membawa penyakit menular.  Kami mengimbau jemaah waspada selama 21 hari ke depan," ujarnya. Jemaah yang mengalami gejala disarankan mengunjungi puskesmas terdekat dan menunjukkan barcode SSHP.

Sampai kedatangan kloter 11, belum ada jemaah yang dirujuk ke RS Haji Surabaya. Semua dalam kondisi baik dan telah pulang ke daerah masing-masing.

"Yang dirujuk ke rumah sakit belum ada, kondisinya bagus semua," tegas Rosidi.

Namun, jumlah jemaah haji yang wafat terus bertambah. Secara nasional mencapai 279 orang.

Jemaah haji Surabaya, tercatat 61 orang wafat, terdiri dari 57 orang di tanah suci, dan 4 orang di RS Haji Surabaya atau sebelum keberangkatan.

"Rata-rata memang lansia dan berisiko tinggi sebanya 74,17 persen," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#penyakit menular #swab antigen #jemaah haji #arab saudi #debarkasi surabaya #Asrama Haji #covid-19