RADAR SURABAYA - Arab Saudi resmi membatalkan rencana pemangkasan kuota jemaah haji Indonesia sebesar 50 persen.
Berita ini disambut gembira oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, mengingat panjangnya masa tunggu jemaah haji di Jawa Timur yang mencapai 30 tahun.
PPIH Surabaya pun berharap adanya penambahan kuota untuk Jawa Timur pada musim haji mendatang.
"Alhamdulillah, kabar ini sangat melegakan," ungkap Plh Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, Jumat (13/6).
Pihaknya berharap Pemerintah Arab Saudi tidak hanya mempertahankan kuota yang ada, tetapi juga mempertimbangkan penambahan kuota khusus untuk Jawa Timur mengingat masa tunggu yang begitu panjang.
Meskipun tahun depan penyelenggaraan haji dipegang penuh oleh Badan Penyelenggara (BP) Haji.
"Ya harapan kami ada tambahan kouta untuk Jatim karena masa tunggu haji yang sangat panjang mencapai 31 tahun," ujarnya
Sugiyo juga menekankan pentingnya peningkatan manajemen penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.
"Semoga dengan peningkatan manajemen ini, pelaksanaan ibadah haji ke depannya dapat berjalan lebih lancar dan nyaman bagi para jemaah," harapnya.
Sebelumnya, wacana pengurangan kuota sempat menimbulkan kecemasan di kalangan calon jemaah haji.
Namun, Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, telah memberikan klarifikasi.
Dahnil menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah membatalkan rencana tersebut.
"Keputusan ini merupakan apresiasi atas perbaikan tata kelola penyelenggaraan haji Indonesia," jelas Dahnil.
Pembentukan Badan Penyelenggara Haji oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan.
Dahnil memastikan bahwa kuota haji Indonesia tetap aman dan masyarakat tidak perlu khawatir. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari