RADAR SURABAYA - Seorang ibu-ibu penjual kerupuk meninggal dunia usai tertabrak kereta api (KA) Ambarawa relasi Semarang-Surabaya di perlintasan kawasan Buntaran, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya, Rabu (11/6) sekitar pukul 16.00.
Korban inisial MSK, 48, warga asal Jawa Tengah. Salah satu saksi petugas penjaga palan pintu swadaya Parto, 28, mengatakan awalnya korban berjalan kaki membawa krupuk di perlintasan rel ganda tepatnya di sebelah selatan.
Saat itu, ada KA lewat di rel sebelah utara, kereta melintas dari timur ke arah barat. Sementara saat bersamaan di jalur rel sebelah selatan dari arah barat ke timur melaju KA Ambarawa. Saksi sempat berteriak supaya korban menjauh dan tidak berjalan di rel. Selain itu masinis KA juga sudah mengklakson.
"Kereta sudah klakson. Mungkin ibunya nggak dengar dan kereta sudah dekat, terus tertabrak," ujarnya, Rabu (11/6).
Dijelaskan Parto, korban meninggal dunia di lokasi. Kondisinya mengenaskan. "Katanya sebelumnya habis goreng krupuk sama anaknya di gubuk tempat tinggal. Anaknya mandi terus dia mau mengirim kerupuk," sebutnya.
Sehari-hari, lanjut Parto, korban bila pagi sampai siang mengamen di sekitar Tandes. Kemudian sore hari pulang untuk menggoreng krupuk dan dititipkan ke warung-warung sekitar Buntaran. "Korban sehari-hari tinggal di gubuk sekitar 100 meteran dari sini, bersama suami dan empat atau lima anaknya," terangnya.
Pantauan Radar Surabaya pukul 18.30 Polsek Tandes bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya telah selesai melakukan olah TKP. Kemudian mayat korban dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Dr Soetomo. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto