RADAR SURABAYA - Jelang kepulangan jemaah haji Embarkasi Surabaya, berbagai persiapan telah dilakukan untuk mempercepat proses penerimaan di Asrama Haji Sukolilo.
Plh. Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo mengungkapkan, koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan kepulangan jemaah berjalan lancar.
"Agar tidak terlalu lama, jemaah yang tiba di asrama bisa langsung kembali ke daerah asal," ujarnya Selasa (10/6).
Untuk jemaah aglomerasi Surabaya, akan diterbitkan edaran khusus berisi petunjuk teknis penjemputan.
"Penjemput bisa mengurus izin penjemputan dengan mendapatkan pass atau kartu khusus. Ini kami koordinasikan dengan Kantor Kemenag daerah," terang Sugiyo.
Sementara, jemaah dari luar aglomerasi Surabaya disarankan menggunakan fasilitas dari Kantor Kemenag daerah masing-masing.
"Jika semua penjemput datang langsung ke Asrama Haji, akan terjadi kepadatan. Jemaah dari Tulungagung dan Kediri misalnya, lebih baik menggunakan fasilitas dari Kemenag daerah," ujarnya.
Kloter 1 dan 3 asal Tulungagung dan Kota Kediri dijadwalkan tiba di Asrama Haji pada 12 Juni 2025.
Kloter 1 dari Tulungagung tiba pukul 11.00 WIB, disusul kloter 2 pukul 11.40 WIB, dan kloter 3 pukul 20.55 WIB.
"Insyaallah jemaah haji akan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya Kamis 12 Juni, mulai pukul 11.00 WIB secara beriringan hingga malam. Jemaah haji mulai diterbangkan dari Jeddah Rabu 11 Juni sekitar pukul 16.00 WAS menggunakan Saudi Arabia Airlines," jelas Sugiyo.
Kasubag Administrasi dan Keuangan UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Abdulah Mawardi menambahkan, pihaknya telah menyiapkan gedung dan sarana kesehatan untuk menyambut kedatangan jemaah.
"Sudah kami siapkan, tetapi umumnya jemaah langsung kembali ke daerah asal," kata Mawardi.
Empat hingga lima blok bangunan (blok A-E) dengan total 120 kamar telah disiapkan. "Biasanya yang menginap adalah kloter dari Bali dan Nusa Tenggara," imbuhnya.
Untuk kepulangan, pihaknya tidak menyediakan katering bagi jemaah yang menginap hal ini diurus oleh petugas haji daerah masing-masing.
Poliklinik di Asrama Haji beroperasi 24 jam dengan petugas dari Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) untuk melayani kebutuhan kesehatan jemaah.
Sementara itu, jelang kepulangan tercatat 46 jemaah haji Embarkasi Surabaya wafat, 42 di Tanah Suci dan 4 di RS Haji Surabaya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencatat 31 jemaah wafat. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari