RADAR SURABAYA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (9/6), didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai dan Kepala UPT TIKP Dindik Jatim Mustakim.
Menurutnya sistem pada SPMB kali ini masih memiliki ruang untuk perbaikan.
"Kita harus mengakui sistem tentu masih ada ruang Untuk penyempurnaan untuk perbaikan tapi saya melihat teman-teman sudah bekerja keras luar biasa untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pendaftar," ujarnya.
Emil mengaku masih banyak keluhan dari para orang tua calon murid yang kesulitan melakukan pendaftaran.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan antara nilai rapor dan data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Jadi masih ada nilai rapor yang tidak sinkron dengan sistem SPMB saat entry nilai oleh sekolah asal,” terangnya.
Jika tidak dibetulkan maka akan merugikan calon murid. Maka verifikasi faktual sangat dibutuhkan calon murid untuk mengetahui berkas atau dokumen apa saja yang perlu dibetulkan.
“Utamanya perihal nilai rapor. Lebih baik effort sedikit bagi calon wali murid atau calon murid. Karena kita akan lebih ekstra (dalam pelayanan) untuk memberikan akurasi dan keadilan lebih baik. Karena masa depan anak-anak ditentukan dari tahapan ini," tutur Emil.
Pembetulan nilai rapor ini, lanjut Emil juga akan berpengaruh besar dalam jalur prestasi nilai akademik.
Menurut Emil ini juga menilai indeks sekolah juga tidak lepas dari bobot dalam jalur prestasi nilai akademik ini.
"Yang kasihan nanti ada anak dari SMP yang indeks prestasinya kurang. Karena ada subjektivitas soal nilai, soal ujian lebih gampang dan sulit. Nah, menstandarisasi semua kan juga tidak bisa,” jelasnya.
“Ini jadi polemik hari ini. Tapi meski begitu tidak ada jaminan prestasi anak masuk SMP menentukan masuk SMA. Karena ini sistem tidak sempurna," imbuhnya.
Emil juga menyoroti salah satu persyaratan masuk SMA Negeri didasarkan pada nilai rapor 5 semester saja.
"Artinya semester 6 ngapain belajar lagi, gitu kan kalau yang dilihat hanya 5 semester saja. Jadi ini yang ingin kita cek sebenarnya sudah sinkron belum sih kalender akademik SMP dengan pendaftaran SMA," katanya.
Emil meminta agar calon murid membaca pedoman SPMB dengan baik dan benar. Apalagi dengan kehadiran Senopati AI, calon murid bisa memanfaatkan dengan baik untuk mengetahui mekanisme SPMB dan setiap tahapan dalam SPMB.
"Ayolah mau daftar ke SMA. Mau jadi generasi terpelajar. Pertama, buka website-nya dengan benar, baca setiap informasi yang ada di website SPMB dan baca pedoman dengan benar. Sekali lagi saya hanya minta anak-anak bukan orang tua ya, anak-anak harus membaca pedoman dengan benar dan memanfaatkan Senopati AI," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari