Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anggota DPD RI Lia Istifhama Kagumi Kebersamaan Keluarga Besar SMP Khadijah Surabaya di Momen Idul Adha

Hany Akasah • Senin, 9 Juni 2025 | 17:08 WIB
GUYUB: Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama bersama para guru dan orang tua saat prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkungan Keluarga Besar Khadijah Surabaya.
GUYUB: Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama bersama para guru dan orang tua saat prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkungan Keluarga Besar Khadijah Surabaya.

RADAR SURABAYA – Momen Hari Raya Idul Adha menjadi ajang yang penuh makna bagi keluarga besar SMP Khadijah Surabaya.

Bukan hanya peringatan ibadah kurban, tetapi juga momentum kebersamaan yang sarat nilai spiritual, pendidikan, dan sosial.

Hal inilah yang membuat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama kagum, yang hadir langsung dalam prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkungan sekolah tersebut.

Kehadiran Ning Lia, sapaan akrabnya, bukan sekadar sebagai tamu kehormatan, melainkan juga sebagai orang tua siswa yang turut merasakan kekuatan nilai kebersamaan di tengah civitas SD, SMP, dan Pondok Pesantren Khadijah.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia memberikan tiga ekor hewan kurban yang diserahkan ke setiap lembaga pendidikan yakni SD, SMP dan Pondok Pesantren.

Dengan gaya sederhana dan penuh kehangatan, ia membaur tanpa sekat bersama guru, wali murid, dan para santri.

“Saya sangat kagum dengan suasana kekeluargaan di lingkungan Khadijah. Idul Adha di sini benar-benar menjadi media pendidikan karakter yang kuat bagi anak-anak,” ungkap Ning Lia, Minggu (8/6).

Ning Lia juga mengapresiasi semua suguhan konsumsi dibuat oleh keluarga besar Yayasan Khadijah Surabaya.

Sebagai seorang ibu dari dua anak yang menempuh pendidikan di Khadijah, Ning Lia menilai kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi menjadi momen penting dalam menanamkan nilai kepasrahan, pengorbanan ego, dan empati sosial, terutama kepada generasi muda.

“Idul Adha adalah pelajaran spiritual yang nyata. Anak-anak belajar bahwa mengorbankan sesuatu demi kebaikan adalah bagian dari cinta kepada Allah dan sesama,” tambahnya.

Kehadiran Ning Lia yang dikenal humble, ramah, dan mudah bergaul, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Ia tidak segan berbincang santai dengan para guru dan wali murid, sambil memantau langsung jalannya kegiatan kurban.

Kepala SMP Khadijah, Umi Muntafi’ah, yang akrab disapa Vivin, menyebut bahwa kehadiran Ning Lia menjadi contoh nyata figur publik yang membumi dan peduli terhadap pendidikan karakter anak-anak.

“Bu Lia hadir bukan hanya sebagai pejabat, tapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Khadijah. Ini yang membuat beliau sangat dicintai oleh lingkungan sekolah kami,” ujar Bu Vivin.

Di lingkungan Yayasan Khadijah, prosesi kurban dirancang bukan hanya sebagai ritual ibadah, melainkan juga sebagai sarana edukatif.

Para siswa terlibat langsung dalam dokumentasi, pengemasan daging, hingga distribusi kepada warga sekitar, menjadikan Idul Adha sebagai “kelas kehidupan” yang penuh pelajaran sosial dan spiritual.

Sebagai wakil rakyat sekaligus seorang ibu, Lia Istifhama percaya pendidikan karakter dimulai dari keteladanan, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Ia berharap semangat kurban bisa terus ditanamkan, tidak hanya dalam seremoni tahunan, tapi juga dalam nilai-nilai kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan berbasis hati seperti ini akan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara spiritual dan sosial. Semoga semangat kebersamaan seperti di Khadijah ini bisa menjadi inspirasi nasional,” tutup Ning Lia. (han/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#keluarga #smp #kebersamaan #DPD #idul adha #Lia Istifhama