Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Begini Tips memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Aman 

Rahmat Sudrajat • Rabu, 4 Juni 2025 | 02:11 WIB

 

HARUS SEHAT: Masyarakat harus mencermati hewan kurban sebelum membeli untuk memastikan kelayakan untuk disembelih sesuai syariat Islam.
HARUS SEHAT: Masyarakat harus mencermati hewan kurban sebelum membeli untuk memastikan kelayakan untuk disembelih sesuai syariat Islam.

RADAR SURABAYA - Menjelang Idul Adha, masyarakat banyak mencari hewan kurban berkualitas dan sehat. Untuk memastikan hewan kurban layak, menurut dokter hewan, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., MKes., penting memperhatikan usia dan kematangan seksual hewan kurban.  

"Sapi idealnya berusia sekitar dua tahun, sedangkan kambing atau domba sekitar satu tahun," jelasnya.

Hal ini bisa dilihat dari gigi depannya yang sudah berganti. Selain itu, hewan kurban harus jantan dan belum dikastrasi. Ternak yang dikastrasi dianggap cacat dan tidak sesuai ketentuan hewan kurban. 

Lebih lanjut Emy menjelaskan, ciri fisik hewan kurban yang sehat. Dengan meperhatikan keempat kakinya yang menapak kuat di tanah, nafsu makan yang baik, gerakan lincah, mata bersinar, bulu bersih, dan suhu tubuh normal.

"Tanduk patah dianggap cacat ringan, asalkan tidak mengurangi daging atau mengganggu kondisi hewan. Ear tag (penanda identitas) tidak dianggap cacat dan tidak menghalangi keabsahan kurban," jelasnya.

Pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) juga krusial untuk memastikan hewan ternak bebas penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  

"Hewan yang mengeluarkan air liur berlebih, ada lendir di hidung, atau matanya tidak jernih perlu diwaspadai," tegas Emy. 

Hewan yang sehat menurutnya akan responsif terhadap sentuhan. Namun, perlu diingat, beberapa jenis sapi, seperti sapi Madura, memang cenderung lebih temperamen.

Terkait risiko cacing parasit, Emy menyarankan kejelian dalam pemeriksaan antemortem.

"Hewan yang lemas, lesu, dan bulunya menempel di tangan bisa jadi terinfeksi parasit," imbuhnya.

Jika setelah disembelih ditemukan cacing, segera hubungi dokter hewan atau pengawas.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau melaksanakan penyembelihan secara ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

"Diharapkan masyarakat dapat memilih hewan kurban yang sehat dan layak, sehingga ibadah kurban dapat berjalan dengan lancar dan aman," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pmk #dokter hewan #surabaya #Tips Membeli Hewan Kurban #hewan kurban