RADAR SURABAYA - Fenomena kecelakaan tunggal mobil tercebur sungai hingga menabrak pohon atau tiang penerangan jalan umum (PJU) di Surabaya terjadi saat weekend. Tidak hanya mobil namun juga sepeda motor, ini menjadi fenomena tersendiri. Penyebab kejadian kecelakaan tunggal saat long weekend ini pun beragam.
Penyebab Fenomena Kecelakaan Tunggal di Surabaya saat Weekend :
1. Pengaruh Alkohol
Pengemudi dalam pengaruh alkohol beberapa kali terlibat kecelakaan di wilayah Surabaya. Diduga salah satunya kejadian mobil tercebur di sungai Jalan Nginden Kota, Surabaya. Mobil ini tercebur ke sungai Minggu (1/6) pagi.
Pengaruh alkohol ini membuat pengendara hilang konsentrasi sehingga tidak mengetahui kondisi jalan dengan baik. Ini membuatnya tertidur bahkan tidak sadar jika dalam kondisi mengemudikan kendaraan di jalan.
2. Microsleep
Pengendara kendaraan bermotor sering mengalami ini. Microsleep merupakan kondisi di mana seseorang secara tiba-tiba tertidur selama beberapa detik (biasanya 1-30 detik) akibat rasa kantuk yang tak tertahan. Ini menyebabkan pengendara hilang kendali.
Salah satu contoh microsleep kejadian kecelakaan sebuah mobil yang menabrak tiang PJU di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Ini membuat mobil ringsek, sementara pengemudinya selamat saat kejadian.
3. Kelelahan saat Mengemudi
Faktor ketiga ini bisa menyebabkan pengendara tidak konsentrasi saat mengemudi. Ia bisa menguap berkali-kali dan kehilangan konsentrasi sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraannya saat melaju di jalan. Kondisi ini biasanya akan membuat pengemudi akan mengalami microsleep.
Beberapa kasus bahkan menyebabkan pengemudi menabrak kendaraan lain di depannya karena kurang hati-hati.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto mengungkapkan, faktor penyebab kecelakaan tunggal seperti mobil masuk ke sungai atau menabrak PJU disebabkan beberapa faktor diantaranya dalam pengaruh alkohol, microsleep, hingga kehilangan konsentrasi karena kelelahan.
Pihaknya terus melakukan imbauan pada pengemudi agar tidak memaksa berkendara saat lelah, mengantuk, maupun dalam pengaruh alkohol.
"Imbauan terus kami lakukan, baik pada Pengemudi di Jalan maupun rumah hiburan umum (RHU). Anggota juga kami kerahkan untuk menghentikan apabila ada mobil yang melaju dengan mencurigakan di jalan seperti zig-zag atau dengan kecepatan tinggi terutama saat dini hari," tuturnya. (gun)
Editor : Guntur Irianto