Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Satu Jemaah Asal Kabupaten Malang Kecelakaan di Makkah, Total 17 Jemaah Embarkasi Surabaya Meninggal Dunia

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 31 Mei 2025 | 02:21 WIB

 

PAMUNGKAS: Bus yang mengantarkan calon jemaah haji kloter 96, Jumat (30/5), keluar dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya menuju ke Bandara Juanda untuk terbang ke Tanah Suci.
PAMUNGKAS: Bus yang mengantarkan calon jemaah haji kloter 96, Jumat (30/5), keluar dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya menuju ke Bandara Juanda untuk terbang ke Tanah Suci.

RADAR SURABAYA - Satu hari menjelang berakhirnya keberangkatan calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya ke Tanah Suci, jumlah jemaah haji yang meninggal dunia mengalami peningkatan.

Terutama jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga Jumat (30/5), bertambah. 

Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo menjelaskan, jemaah haji yang meninggal dunia saat ini menjadi 17 orang. Jemaah yang meninggal dunia ia menyebut didominasi di Tanah Suci.

"Inalillahi wa innailaihi rojiun saat ini jumlah jemaah haji yang meninggal dunia bertambah dari yang sebelumnya 12 orang kemarin saat ini menjadi 17 orang. Kita doakan jemaah husnul khatimah," jelas Sugiyo, Jumat (30/5).

Sugiyo juga menyebut meninggalnya jemaah haji di Tanah Suci berbagai macam ada yang meninggal karena sakit bahkan ada yang karena kecelakaan di Tanah Suci.

Ia merinci empat jemaah haji meninggal dunia di RS Haji karena sakit, kemudian dua jemaah meninggal dunia di pesawat karena sakit, dan sementara ini paling banyak meninggal dunia di tanah suci baik Madinah maupun Makkah sebanyak 11 orang. 

"Rata-rata karena sakit yang meninggal dunia tapi ada juga yang karena kecelakaan di Makkah," tuturnya.

Jemaah yang meninggal dunia karena kecelakaan Sugiyo menyebut berasal dari kloter 81 dari Kabupaten Malang.

Atas nama Arsan Gimah, 92 tahun yang meninggal dunia di Makkah 27 Mei lalu. Jemaah tersebut mengalami pendarahan pada kepala dan luka setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

"Saya komunikasi dengan ketua kloter juga dokternya memang ada jemaah meninggal dunia karena Kecelakaan. Kecelakaannya seperti apa kami tidak tahu. Karena tidak ada saksi di lokasi hanya dokter melihat jenazah ada pendarahan dan luka di kepala,” ungkap Sugiyo.

“Dan posisi tidak sekitar masjid tapi agak jauh ini tidak mempunyai saksi untuk penjelasan jadi dimungkinkan kecelakaan," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari keterangan yang didapat jemaah tersebut minta pulang ke hotel karena tidak mau dilanjutkan tawafnya. Ketika itu jemaah itu telah didorong untuk tawaf oleh mukimin yang membantu. 

"Karena maksa untuk kembali ke hotel, kemudian ada polisi mendatangi terus yang dorong (mukimin, Red) ternyata nggak punya nusuk dan ditahan. Kemudian jemaah diantar polisi. Nah, biasanya kalau diantar polisi ke sektor, tapi ini kenapa kok terjadi kecelakaan yang jauh dari Masjidil Haram.

"Nah, ini ada sesuatu yang tidak masuk akal. Jadi dokter yang diceritakan dari mukimin itu menyebut kecelakaan," ungkap Sugiyo.

Jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia bertambah sebanyak 17 orang, yakni:

  1. Isdiyono Taslim Atmo Suwito (60), kloter 3 asal Tulungagung, meninggal dunia di RS Haji pada Sabtu (26/5), akibat penyakit TBC dan stroke.
  2. Nur Fadila (45), kloter 20 asal Sidoarjo, meninggal dunia di pesawat saat menuju Madinah pada Rabu (7/5).
  3. Supatmi Supriadi Hasan (68), kloter 29 asal Bangkalan, meninggal dunia di RS Haji pada Sabtu (10/5), akibat saluran pernapasan.
  4. Inten Retnowati (56), kloter 5 asal Kabupaten Kediri, meninggal dunia pada Rabu (14/5) di Makkah.
  5. Soesanto Soemantri (73), kloter 16 asal Kota Surabaya, meninggal dunia pada Sabtu (17/5) di Madinah.
  6. Muhadi Madris (74), kloter 9 asal Kabupaten Blitar, meninggal dunia pada Senin (19/5) di Makkah.
  7. Umu Sofiah, kloter 14 asal Kabupaten Gresik, meninggal dunia pada Selasa (20/5) di RS Haji.
  8. Masiah Joyosijah Sarpan (59), kloter 64 asal Bojonegoro, meninggal dunia pada Rabu (21/5) di Jeddah.
  9. Naki Muhammad Tang Ladu (64), kloter 74 asal Kupang NTT, meninggal dunia pada Sabtu (24/5) di RS Haji karena kanker paru-paru.
  10. Karjiyah binti Legimo, (75), asal Tuban, meninggal dunia di KKHI Madinah.
  11. Sri Umami Kasih, (55) asal Kabupaten Probolinggo, Kloter 85, meninggal dunia di pesawat saat perjalanan menuju Jeddah Arab Saudi, Selasa (27/5) karena sakit jantung.
  12. Gogok Priadi Djasmin (56), kloter 76 asal Kota Malang, meninggal di KKHI Makkah, (25/5).
  13. Ikhsan Bahaudin (60), Kloter 10 asal Gresik, meninggal Madinah, (26/5).
  14. Arsan Gimah (92), kloter 81 Kabupeten Malang meninggal Makkah (27/5).
  15. Habiye Tamu (76), kloter 37 asal Kabupaten Lumajang meninggal di Madinah (28/5).
  16. Abu Ali Djais (72), kloter 14 asal Gresik, meninggal di Makkah (29/5).
  17. Supriyono Rais (59) kloter 75 asal Gresik, meninggal dunia di Makkah (29/5).

Ia pun mengimbau kepada jemaah haji agar berhati-hati selama berjalan kaki di Tanah Suci.

Khususnya jemaah yang baru berangkat di gelombang kedua karena puncak kepadatan menjelang puncak haji.

Apalagi kurang tiga hari menjelang puncak haji bus shalawat yang mengangkut jemaah dari maktab atau hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya tidak beroperasi.

"Supaya jemaah hati-hat karena yang baru datang semangatnya mengebu-gebu luar biasa tidak melihat lalu lintas yang padat. Jadi semuanya harus hati -hati menjaga kesehatan karena tanggal 8 sudah berangkat ke arofah tanggal wukuf di Arofah," imbaunya.

Sugiyo juga mengatakan jemaah yang masih di rawat di RS Haji saat ini masih tiga orang jemaah haji.

"Semua yang belum berangkat dijadikan satu di kloter 97. Termasuk yang sakit tiga orang dan pendamping kita usahakan berangkat ke Tanah Suci," ujarnya.

Sementara itu, hingga Jumat siang sebanyak 96 kloter dengan total 36.481 calon jemaah haji Embarkasi Surabaya yang sudah diberangkatkan ke tanah suci.

Kloter 97 yang merupakan kloter pamungkas akhir keberangkatan ke tanah suci diberangkatkan ke tanah suci Sabtu (31/5) pukul 02.00 WIB. 

Jemaah haji kloter 97 keluar dari asrama haji Embarkasi Surabaya Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB. (rmt/nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#tanah suci #surabaya #Jemaah Meninggal #jemaah haji #embarkasi surabaya #haji 2025