RADAR SURABAYA - Seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun menjadi korban dugaan rudapaksa oleh lansia di kawasan Surabaya Timur. Terduga pelaku SI, 61, kini masih diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Berdasarkan informasi, dugaan rudapaksa terungkap setelah korban bercerita kepada kedua orang tuanya, Selasa (27/5).
Korban sebelumnya dititipkan oleh kedua orang tuanya kepada terduga pelaku. Sebab saat itu kedua orang tua bekerja. Awalnya korban bermain bersama temannya inisial RE.
Tiba-tiba korban dipanggil oleh terduga pelaku untuk naik ke lantai dua rumah atau loteng. Modusnya, terduga pelaku memberikan iming-iming membelikan mainan. Setelah korban naik ke lantai dua, terduga pelaku melakukan aksi rudapaksam
Usai kejadian, korban merasa trauma lalu bercerita kepada kedua orang tuanya. Mendengar cerita anaknya, kedua orang tua korban lantas mendatangi rumah SI. Pihak orang tua korban membawa SI ke Mapolsek Sukolilo, Surabaya.
Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara membenarkan adanya laporan dugaan rudapaksa yang dilakukan oleh lansia tersebut.
"Memang kemarin sempat ada yang lapor ke Polsek. Kami amankan pelakunya termasuk korban. Lalu kita arahkan ke PPA Polrestabes Surabaya," ujarnya, Jumat (30/5).
Pihaknya juga membenarkan terduga pelaku SI dan korban merupakan masih tetangga satu kompleks. "Katanya tetangga satu kompleks. Kita belum sempat tanya lebih jauh, langsung kami arahkan ke PPA karena berkaitan dengan anak-anak. Iya (korban perempuan)," terangnya.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty membenarkan adanya kasus dugaan rudapaksa dengan terduga pelaku SI. Saat ini kasus tersebut ditangani Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan saksi-saksi.
"Kami masih lakukan penyelidikan dengan menunggu hasil tes psikologi dari korban. Karena ini masalah anak-anak kami harus hati-hati dan tidak boleh gegabah," ucapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto