RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memastikan anggaran penanganan banjir tahun 2025 senilai Rp 881 miliar tetap utuh dan siap direalisasikan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi.
Informasi yang didapat Radar Surabaya, sebelumnya beredar kabar bahwa sebagian dana untuk penanganan banjir ini sempat dialihkan untuk membayar kewajiban tunda bayar proyek tahun sebelumnya.
“Enggak, sampai sekarang tidak ada rasionalisasi. Kemarin hanya dipinjam sebentar, sekarang sudah dikembalikan dan siap untuk segera direalisasikan,” ujar Syamsul dikonfirmasi Radar Surabaya, Kamis (29/5).
Syamsul juga memastikan bahwa seluruh proyek pengendalian banjir tahun ini bisa tetap berjalan sesuai rencana.
Adapun proyek pembangunan rumah pompa yang sebelumnya dikabarkan akan dievaluasi karena efisiensi, juga tetap dilanjutkan dengan penyesuaian lokasi dan skala prioritas.
“Nanti ada penyesuaian sesuai lokasi karena perubahan dan penyesuaian prioritas,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati mengungkapkan, anggaran penanganan banjir tahun ini sempat terdampak kewajiban tunda bayar dari proyek 2024.
Ia menyebut, semula dana pengendalian banjir mencapai Rp 881 miliar, namun di awal sempat direalokasi untuk menutup pembayaran proyek tahun lalu sebesar Rp 465 miliar.
"Anggaran penanganan banjir tahun 2025 ini di awal saja sudah terkena rasionalisasi di angka Rp 465 miliar di PU itu untuk bayar ada yang tunda bayar di 2024. Kalau aslinya besar Rp 881 miliar. Itu untuk pengendalian banjir di Kota Surabaya," ungkap Aning.
Ia merinci, anggaran Rp 881 miliar tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan saluran perkotaan sekitar Rp 300 miliar, saluran lingkungan sebesar Rp 250 miliar, hingga kegiatan pemeliharaan lainnya.
Aning berharap agar anggaran besar tersebut benar-benar diarahkan ke wilayah yang paling rawan. Menurutnya, skala prioritas penting agar titik-titik banjir kronis bisa segera tertangani.
Dengan seluruh anggaran yang kini telah kembali siap digunakan, Pemkot Surabaya dituntut untuk bergerak cepat.
Mengingat musim penghujan akan kembali datang akhir tahun, pelaksanaan proyek mesti dikebut agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari