Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BP Haji Evaluasi Pelaksanaan Haji Tahun ini, Berencana Terapkan Satu Syarikah Satu Embarkasi Berlaku Tahun Depan

Rahmat Sudrajat • Kamis, 29 Mei 2025 | 17:13 WIB

 

Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf saat meninjau jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (28/5).
Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf saat meninjau jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (28/5).

RADAR SURABAYA - Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji, Mochammad Irfan Yusuf meninjau langsung Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (28/5), untuk memastikan proses keberangkatan calon jemaah haji (CJH) ke Tanah Suci di gelombang terakhir.

Menurut Irfan, masih ada beberapa evaluasi untuk meningkatkan layanan haji tahun depan.

Salah satunya permasalahan syarikah, dimana jemaah suami-istri dan pendamping lansia banyak terpisah karena tidak sesuai dengan syarikah. 

Pasalnya penerapan satu kloter satu syarikah baru diterapkan tahun ini sehingga BP Haji akan merumuskan ulang penerapan syarikah untuk tahun depan.

"Catatan khusus waktu awal saja. Terkait syarikah. Ke depan kemungkinan kami akan menerapkan satu embarkasi satu syarikah itu lebih baik," ungkap Irfan.

Pihaknya juga terus memantau operasional haji tahun ini yang diselenggarakan terakhir oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Bahkan, pada kepanitiaan haji sekarang ini BP Haji juga terlibat. Selain mendukung proses haji tahun menurut Irfan, BP Haji juga tengah belajar belanja masalah. 

"Untuk persiapan tahun depan BP Haji sebagai penyelenggara haji kami sekarang terlibat di dalam kepanitiaan haji. Kami belajar belanja masalah yang ditemukan dan kita belajar untuk penanganan lebih baik tahun depan. Seperti amanat Presiden Prabowo bahwa kita harus memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji," ungkapnya.

Ia memberikan contoh seperti kasus syarikah. Tak sedikit jemaah yang berpasangan baik suami istri maupun pendamping lansia terpisah.

"Kita atasi, prioritaskan lansia dan pendamping serta suami istri. Insyaallah bisa terkendali dan kepulangan nantinya kita upayakan bersama," tegasnya.

Selain itu permasalahannya saat ini adalah konsentrasi persiapan Armuzna.

BP Haji dan Kemenag berupaya mencari solusi agar saat prosesi puncak haji Armuzna tidak terjadi kemacetan. 

"Upaya kita ada skema murur ketika jemaah dengan risiko tinggi (risti) dan lansia, beserta pendampingnya, tidak perlu mabit (bermalam) di Muzdalifah, tetapi langsung ke Mina.

Ini untuk meringankan beban jemaah, karena medan di Muzdalifah cukup berat dan juga mengurangi kemacetan," jelasnya.

Meski demikian Irfan menyebut dari awal sampai menjelang akhir keberangkatan jemaah haji ke tanah suci semakin baik. 

"Saya kira hanya diawal saja ya masalahnya. Tapi belakangan ini dan saya lihat persiapan akhir juga semakin baik. Insyaallah di tanah suci gak ada masalah yang urgent," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #BP Haji #Syarikah #embarkasi surabaya #ibadah haji #haji 2025