Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2025: PPIH Embarkasi Surabaya Tak Bisa Ajukan Visa Baru CJH Cadangan Karena Permohonan Visa Ditutup oleh Arab Saudi 

Rahmat Sudrajat • Rabu, 28 Mei 2025 | 14:56 WIB

 

CUKUP: CJH Embarkasi Surabaya saat ini dipastikan akan berkurang dari porsi mengingat banyaknya kursi kosong karena pemerintah Arab Saudi sudah menutup permohonan visa baru.
CUKUP: CJH Embarkasi Surabaya saat ini dipastikan akan berkurang dari porsi mengingat banyaknya kursi kosong karena pemerintah Arab Saudi sudah menutup permohonan visa baru.

RADAR SURABAYA - Pemerintah Arab Saudi telah menutup permohonan visa haji reguler Indonesia, menjelang berakhirnya pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci. 

Hal ini membuat open seat atau kursi kosong juga semakin bertambah. Pasalnya, calon jemaah haji (CJH) yang tidak bisa berangkat ke Tanah Suci seharusnya bisa digantikan oleh jemaah cadangan yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo memastikan Embarkasi Surabaya sudah tidak bisa mengajukan visa baru mengingat pemerintah Arab Saudi sudah menutup permohonan visa sejak Senin (26/5) malam.

"Perlu kami sampaikan kepada jemaah cadangan bahwa Senin malam pemerintah Arab Saudi sudah menutup permohonan visa baru," ujar Sugiyo, Rabu (28/5).

Oleh karena itu, bagi CJH yang sakit, meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke tanah maupun yang mengundurkan diri tidak bisa digantikan oleh CJH cadangan, sehingga kloter yang diberangkatkan tidak penuh sebanyak 380 orang karena adanya kursi kosong yang tidak terisi.

"Biasanya kalau ada kursi kosong jemaah seperti sakit kemudian meninggal dunia yang belum diberangkatkan ke Tanah Suci atau mengundurkan diri di kloter sebelumnya masih bisa kita naikan jemaah cadangan untuk bisa berangkat. Karena permohonan visa sudah ditutup sekarang tidak bisa digantikan dan open seat," jelasnya.

Sampai dengan Rabu pagi jemaah yang telah diberangkatkan ke tanah suci dari Embarkasi Surabaya sudah mencapai 89 kloter dengan jumlah jemaah 33.832 orang.

Untuk open seat pada saat ini sebanyak empat orang karena pihaknya sudah tidak bisa mengajukan visa baru sebagai penggantinya.

"Ada empat kursi kosong yang seharusnya sudah masuk porsi berangkat tapi tidak bisa berangkat karena tidak bisa mengajukan visa baru sebagai penggantinya. Tapi gak tahu lagi nanti sampai kloter 97," ungkapnya.

Sugiyo juga memastikan untuk visa jemaah yang berangkat sesuai porsi atau non cadangan sejumlah 36.845 jemaah haji Embarkasi Surabaya saat ini sudah rampung semua sehingga keberangkatan jemaah hingga kloter 97 dipastikan aman tidak ada kendala. 

"Alhamdulillah untuk jemaah yang sesuai porsi atau nomor urut visanya sudah selesai semua dan sampai 97 (kloter, Red) insyaallah aman," kata Sugiyo.

Sementara itu, menjelang puncak haji 6 Juni mendatang, jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat juga bertambah sebanyak 12 orang. Yakni: 

  1. Isdiyono Taslim Atmo Suwito (60), kloter 3 asal Tulungagung, meninggal dunia di RS Haji pada Sabtu (26/5), akibat penyakit TBC dan stroke.
  2. Nur Fadila (45), kloter 20 asal Sidoarjo, meninggal dunia di pesawat saat menuju Madinah pada Rabu (7/5).
  3. Supatmi Supriadi Hasan (68), kloter 29 asal Bangkalan, meninggal dunia di RS Haji pada Sabtu (10/5), akibat saluran pernapasan.
  4. Inten Retnowati (56), kloter 5 asal Kabupaten Kediri, meninggal dunia pada Rabu (14/5) di Makkah.
  5. Soesanto Soemantri (73), kloter 16 asal Kota Surabaya, meninggal dunia pada Sabtu (17/5) di Madinah.
  6. Muhadi Madris (74), kloter 9 asal Kabupaten Blitar, meninggal dunia pada Senin (19/5) di Makkah.
  7. Umu Sofiah, kloter 14 asal Kabupaten Gresik, meninggal dunia pada Selasa (20/5) di RS Haji.
  8. Masiah Joyosijah Sarpan (59), kloter 64 asal Bojonegoro, meninggal dunia pada Rabu (21/5) di Jeddah.
  9. Naki Muhammad Tang Ladu (64), kloter 74 asal Kupang NTT, meninggal dunia pada Sabtu (24/5) di RS Haji karena kanker paru-paru.
  10. Karjiyah binti Legimo, (75), asal Tuban, meninggal dunia di KKHI Madinah.
  11. Sri Umami Kasih, (55) asal Kabupaten Probolinggo, Kloter 85, meninggal dunia di pesawat saat perjalanan menuju Jeddah Arab Saudi, Selasa (27/5) karena sakit jantung.
  12. Gogok Priadi Djasmin (56), kloter 76 asal Kota Malang, meninggal di KKHI Makkah, (25/5).

Sedangkan yang masih dirawat di RS Haji Surabaya sebanyak tiga orang dan satu pendamping jemaah yang sampai saat ini masih belum berangkat ke Tanah Suci. 

Sampai saat ini dipulangkan ke daerah asal ada lima orang karena sakit yang tidak memungkinkan untuk diberangkatkan sehingga diisi oleh jemaah cadangan yang berangkat. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tanah suci #visa haji #pemerintah arab saudi #surabaya #ppih #embarkasi surabaya #haji 2025