RADAR SURABAYA – Pemkot Surabaya mulai bergerak mengatasi persoalan banjir. Salah satu langkahnya adalah memulai proses lelang untuk pembangunan saluran air di sejumlah titik. Proyek yang pertama dilelang berada di kawasan Surabaya Barat, tepatnya di jalur Diversi Taman Cahaya menuju Jalan Raya Pakal.
Mengutip situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Surabaya, proyek ini merupakan kelanjutan dari pembangunan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Syamsul Hariadi menjelaskan, proyek tersebut bakal menggunakan konstruksi box culvert model top-bottom dengan dua cell. Nilai proyeknya pun tak main-main, yakni Rp 49,7 miliar.
"Ini proyek lanjutan. Sekarang masih proses lelang untuk pengerjaan box culvert-nya," ujar Syamsul saat dikonfirmasi, Selasa (27/5).
Syamsul menegaskan, pemkot serius menangani masalah banjir yang kerap melanda Kota Pahlawan. Sejumlah titik yang dinilai mendesak sudah masuk dalam daftar prioritas. Menurut dia, secara keseluruhan ada sekitar 400 lokasi yang masuk dalam program perbaikan saluran.
"Harapannya, kalau proyek-proyek strategis ini jalan, banjir di Surabaya bisa dikurangi secara bertahap," tambahnya.
Sebelumnya, DPRD Surabaya sempat menyoroti program pengendalian banjir ini. Salah satunya terkait rencana pembangunan rumah pompa yang kabarnya tengah dikaji ulang akibat efisiensi anggaran.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai mengingatkan agar pemkot tetap jeli dalam mengatur belanja. Menurutnya, efisiensi memang perlu, tapi bukan berarti mengabaikan urgensi pengendalian banjir.
“Kalau memang memungkinkan, sebagian dari anggaran rumah pompa tetap bisa direalisasikan sesuai perencanaan awal,” kata Bahtiyar. (dim)
Editor : Lambertus Hurek