RADAR SURABAYA – Rencana evaluasi ulang pembangunan rumah pompa di Kota Surabaya tahun ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai.
Ia menilai, efisiensi anggaran memang perlu, namun kebutuhan penanganan banjir di Surabaya juga perlu mendapatkan perhatian.
Informasi yang dihimpun, Pemkot Surabaya tengah mengkaji ulang rencana pembangunan rumah pompa tahun ini.
Termasuk juga tiga paket pekerjaan yang sudah masuk tahap lelang. Evaluasi tersebut dilakukan seiring penyesuaian anggaran belanja daerah akibat efisiensi anggaran.
Menanggapi hal ini, Bahtiyar meminta agar pemkot tetap cermat dalam menghitung kebutuhan anggaran berkaitan dengan efisiensi tersebut.
Namun, dia juga meminta agar mereka tidak serta-merta mengabaikan urgensi pengendalian banjir.
“Memang dengan adanya efisiensi ini harus dihitung secara cermat terkait penggunaan anggaran. Tetapi menurut saya jika memungkinkan, untuk anggaran pembangunan rumah pompa bisa dilakukan sebagian dari perencanaan yang ada,” kata Bahtiyar pada Radar Surabaya, Minggu (25/5).
Legislator dari Fraksi Gerindra itu juga menyarankan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan baru, tetapi juga mengoptimalkan rumah pompa yang sudah ada.
“Dan ketika setelah dihitung masih tidak memungkinkan untuk membangun rumah pompa baru, mungkin bisa diperkuat rumah pompa yang ada dengan menambah kekuatannya," ucapnya.
Saat ini, masih banyak kawasan di Surabaya, terutama wilayah barat dan perkampungan, yang sistem drainasenya belum terkoneksi dengan baik. Kondisi itu menyebabkan genangan kerap terjadi saat hujan deras.
Bahtiyar berharap agar Pemkot tetap menjadikan pembangunan dan penguatan infrastruktur pengendalian banjir sebagai salah satu prioritas dalam postur APBD Kota Surabaya.
Sebab, dia mengatakan, bagi warga urusan banjir ini adalah soal kenyamanan dan keselamatan. Sehingga, dalam penanganannya, jangan sampai efisiensi justru mengorbankan kebutuhan mendesak warga.
“Tujuan penguatan rumah pompa yang sudah ada itu agar penyedotan air bisa lebih maksimal, sehingga mempercepat aliran air ke sungai atau ke laut," pungkasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya diberitakan kalau rencana pembangunan rumah pompa tahun ini akan dilakukan evaluasi atau peninjauannya kembali.
Meski sudah ada tiga titik proyek yang sudah masuk tahapan lelang, pemerintah kota berpendapat kalau hal tersebut tetap bisa dievaluasi selama belum penandatanganan kontrak.
"Iya akan kita evaluasi kembali karena efisiensi anggaran," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari