RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah sukses menggelar pawai parade bunga Surabaya Vaganza. Sedikitnya, ada 43 tim yang menjadi peserta dalam gelaran event tahunan ini.
Pada gelarannya yang ke 18, Surabaya Vaganza tahun ini mengusung tema The Magical of Folktales.
Tema ini menggambarkan tentang cerita-cerita tutur atau cerita rakyat yang sudah dilestarikan secara turun temurun.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, pengambilan tema tentang cerita rakyat ini bertujuan untuk memberikan kesan memorable pada pengunjung serta menggugah ingatan mereka tentang sejarah daerahnya.
"Surabaya dan seluruh wilayah, pasti memiliki cerita rakyat dan dongeng di wilayahnya. Maka hari ini kita harus bisa mengingat cerita rakyat itu. Bagaimana berdirinya Surabaya dan siapa Pahlawan Surabaya," kata Eri.
Dia menyampaikan, tujuan dari warga mengetahui nilai-nilai sejarah daerahnya sehingga bisa melanjutkan cerita tersebut ke anak dan turunannya.
Hal itu bagi Eri sangatlah penting lantaran dari cerita rakyat ini, para generasi penerus bisa mengambil banyak sekali pelajaran hidup untuk diterapkan.
"Dengan menunjukkan nilai-nilai moral yang mendidik dan menginspirasi bagi kita semuanya," ujarnya.
Apalagi, Kota Surabaya dikenal juga dengan sebutan Kota Pahlawan.
Menurut Eri, ciri khas warga kota ini adalah mereka yang selalu menghargai perjuangan dan nilai-nilai kebajikan dari para pendahulu pendiri kota ini.
"Saya yakin, semua yang hadir ini akan semakin memiliki cinta kepada Kota Surabaya. Dan tentunya akan menunjukkan bahwa inilah ciri khas kota Surabaya yang selalu memberikan yang terbaik bagi kotanya tanpa mengatakan saya yang paling baik dan tanpa mengatakan saya yang paling berjasa," tuturnya.
Lebih jauh, Eri mengharapkan melalui gelaran ini dapat memotivasi para generasi muda untuk tetap mencintai cerita rakyat dan sejarah Kota Surabaya.
Serta bisa menjadi penyemangat sebagai motivasi mereka dalam membangun Kota Surabaya.
"Mari kita bangun Surabaya dengan komitmen dengan terus menjaga guyub rukun dan tali silaturahmi. Serta menjaga kekeluargaan ila yaumul qiyamah," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari