RADAR SURABAYA - Pelaku pembacokan di Jalan Kedinding Lor, Surabaya, ternyata bersembunyi di Sampang, Madura, usai membacok korban. Tersangka BS, 26, bahkan sempat mengejar menggunakan sepeda motor korban yang ditinggal di depan warung miliknya. Hingga akhirnya lari mengejar korban ke belakang masjid dan membacoknya tiga kali menggunakan celurit.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo mengungkapkan, usai membacok korban ini, tersangka ini melarikan diri menggunakan sepeda motor korban. Ia kemudian menuju ke sebuah tanah kosong di Sukolilo, Surabaya.
“Ia kemudian membuang sepeda motor korban disana. Kami amankan sepeda motor tersebut,” katanya pada Radar Surabaya, Jumat (23/5).
Ia mengungkapkan, setelah itu, tersangka menumpang angkot untuk menuju ke Sampang, Madura. Tersangka ini bersembunyi di rumah salah satu saudaranya. Kemudian, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkapnya. “Kami tangkap di rumah saudaranya tersebut,” jelasnya.
Ia menuturkan, saat mengamankan tersangka, polisi juga menyita senjata tajam (sajam) jenis celurit. “Celurit yang digunakan untuk menganiaya korban dibawa oleh tersangka. Kami sita saat penangkapan tersebut,” tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku pembacokan di belakang Masjid Shirotol Mustakim, Jalan Kedinding Lor, Surabaya. Tersangka diketahui membacok korban karena korban tidak membayar saat isi bahan bakar minyak (BBM) di warungnya. Korban meminta full tank kemudian hendak kabur.
Namun tersangka, langsung mencabur kunci kontak sepeda mootr korban. Korban sempat mencoba melawan kemudian lari saat tersangka mengambil celurit. Hingga akhirnya terjadi aksi pembacokan. (sur/gun)
Editor : Guntur Irianto