RADAR SURABAYA – Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Surabaya sejak Jumat dini hari (23/5). Mulai dari Gunung Anyar, Sukolilo, Ngagel, Wonokromo, Kenjeran, hingga kawasan Kota Lama, guyuran hujan berintensitas tinggi membuat jalanan basah dan lalu lintas tersendat di beberapa titik.
“Sejak subuh tadi gerimis. Pas keluar rumah sekitar jam tujuh, hujannya makin deras. Rasanya kayak bulan Januari atau Februari,” ujar Dani, warga Rungkut Menanggal.
Ia menyebut, cuaca seperti ini tak lazim terjadi di akhir Mei. “Kayaknya hujan salah musim,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, hujan sempat mereda di beberapa lokasi menjelang siang, namun masih menyisakan langit mendung dan genangan air di sejumlah kawasan dengan drainase buruk.
Fenomena hujan deras di penghujung Mei ini bukan tanpa penjelasan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak menyebut, musim kemarau di Surabaya tahun ini memang lebih pendek. Pemicunya adalah meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pulau Jawa.
“Di Surabaya terjadi peningkatan suhu muka laut yang menyebabkan kemarau atau cuaca panas berlangsung lebih singkat,” kata Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto.
Ia menjelaskan, cuaca Surabaya sejak awal Mei memang cenderung mendung dan kerap turun hujan, terutama siang hingga malam hari. Awan cumulonimbus yang terbentuk di musim peralihan ini turut memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG juga mengingatkan potensi banjir akibat hujan deras yang bersamaan dengan pasang maksimum air laut di akhir Mei. Jika sistem drainase tidak memadai, genangan bisa meluas. (*)
Editor : Lambertus Hurek