RADAR SURABAYA - Polisi Gadungan ditangkap usai tipu korban Rp 135 juta. Moses, 22, warga Tangerang, ditangkap Polsek Tegalsari. Pemuda yang tinggal di Jalan Bratang, Surabaya ini melakukan penipuan dan penggelapan. Bahkan salah satu korbannya juga polisi anggota Polres Probolinggo.
Modusnya tersangka mengaku sebagai polisi berpangkat perwira berdinas di Polda Jatim. Selain itu dia juga bisa menukarkan uang pecahan baru dalam jumlah banyak saat momen lebaran.
Akibatnya korban percaya dan menyerahkan uang Rp 135 juta untuk ditukarkan uang baru. Namun yang berhasil ditukar hanya Rp 40 juta. Sementara sebanyak Rp 95 juta digelapkan oleh pelaku.
Kapolsek Tegalsari Kompol Rizki Santoso mengatakan, terungkapnya kasus bermula dari laporan polisi oleh korban korban ED, 28, warga Ngagel, Surabaya, di Polsek Tegalsari. Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di tempat tinggalnya.
"Pelaku mengaku menjadi polisi dan berdinas di Polda Jatim berpangkat AKP," ucapnya, Rabu (21/5).
Ia menambahkan dengan cerita pengakuan yang tersebar kemudian korban percaya. Apalagi korban merupakan teman satu gereja dengan pelaku. Pelaku juga sempat memasang story WA bisa menukarkan uang pecahan baru pada momen lebaran kemarin.
Sehingga korban terperdaya menggunakan jasa pelaku untuk dibantu menukarkan uang baru pada momen menjelang lebaran. "Dengan total kerugian uang sebesar Rp135 juta," bebernya.
Dari jumlah uang tersebut yang diterima pelaku, kemudian berhasil ditukarkan sekitar Rp 40 juta. Sebanyak Rp 95 juta belum ditukarkan dan dibawa pelaku tidak dikembalikan. Ternyata, setelah diinterogasi, uang tersebut sudah dihabiskan pelaku dipakai kebutuhan pribadi.
"Tersangka memiliki empat sampai lima setel baju polisi. Baju Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Bareskrim dan Polda Jatim," sebutnya.
Baju tersebut digunakan pelaku saat berada di tempat sepi dan digunakan foto. Kemudian foto-foto berseragam itu dipakai di foto profil maupun story di WA. Pelaku mendapatkan baju polisi dengan membeli dari toko online dan penjahit.
"Sementara baru dua orang korban. Pertama, korban penukaran uang kurang lebih tersisa kerugian Rp95 juta. Kedua, korban anggota Polres Probolinggo yang terperdaya penawaran pelaku bisa memutasi korban dari Polres Probolinggo ke Polres Lamongan," bebernya.
Rizki melanjukan tersangka sendiri belum pernah menjadi polisi. Dia hanya mengetahui terkait kepolisian dari temannya yang berprofesi sebagai polisi.
Tersangka Moses mengaku nekat menggunakan modus menjadi polisi untuk menipu karena suka institusi polisi dan sempat ingin menjadi polisi. "Motivasi saya suka sama institusi Polisi. Saya salah saya tidak akan mengulangi lagi. Dulu saya cita-cita jadi polisi," ucapnya.
Moses mengaku mendapatkan baju dengan membeli online. Ia juga tahu seluk beluk terkait kepangkatan di kepolisian karena ada teman yang menjadi polisi.
"Tahu pangkat tinggi (AKP) makanya tidak permah dipakai. Tahu kepangkatan karena punya teman polisi, dan keluarga juga ada yang jadi polisi. Untuk uang dipakai kebutuhan sehari-hari, saya tidak kerja," terangnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto