Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sejumlah SWK Surabaya Sepi Pengunjung, Pemkot Siapkan Strategi Kebangkitan

Dimas Mahendra • Rabu, 21 Mei 2025 | 18:01 WIB
Sentra Wisata Kuliner Pinghay di Basuki Rahmat yang masih terjaga kehadiran pengunjungnya.
Sentra Wisata Kuliner Pinghay di Basuki Rahmat yang masih terjaga kehadiran pengunjungnya.

RADAR SURABAYA – Sejumlah Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya masih menghadapi tantangan serius dalam menarik minat pengunjung.

Salah satu contohnya terlihat di SWK Kalimas Timur, yang sejak diresmikan belum berhasil mengembalikan antusiasme masyarakat seperti saat awal pembukaannya.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana sepi mendominasi area SWK Kalimas Timur. Padahal, lokasi ini dulunya menjadi pusat relokasi pedagang dari Jalan KH Mas Mansyur dan sempat ramai dikunjungi warga.

Dari total 119 lapak yang tersedia, kini hanya sekitar 30 lapak yang masih aktif beroperasi. Minimnya jumlah pembeli membuat banyak pedagang kesulitan untuk bertahan secara ekonomi.

Masalah ini ternyata tidak hanya terjadi di SWK Kalimas Timur. Kepala Tim Kerja Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Surabaya, Doni, mengungkapkan bahwa setengah dari total SWK yang ada juga mengalami kondisi serupa.

 “SWK di Surabaya ini totalnya ada 52. Nah, 50 persen di antaranya masih belum bisa dikatakan ramai,” ujar Doni saat ditemui pada Senin (20/5).

Menurut Doni, sejak awal SWK Kalimas Timur dirancang sebagai lokasi strategis yang menawarkan pemandangan menarik untuk menambah daya tarik wisata kuliner.

Namun, seiring waktu, daya pikat tersebut kian menurun karena belum ada upaya yang benar-benar efektif dalam mendatangkan kembali pelanggan lama.

Para pedagang pun mulai menyuarakan keluhan akibat lesunya kunjungan. Tak sedikit dari mereka yang berharap pemerintah turun tangan secara lebih konkret.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya mulai menyusun berbagai strategi untuk menghidupkan kembali suasana SWK, khususnya di Kalimas Timur.

Strategi itu meliputi promosi aktif melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan kegiatan langsung di lapangan.

 “Promosi menjadi kunci utama. Kita lakukan sosialisasi baik melalui media sosial maupun langsung ke masyarakat,” jelas Doni.

Tak hanya promosi, Pemkot juga menargetkan konsumen lama agar kembali datang ke lokasi baru. Pendekatan personal dan penguatan komunikasi dinilai penting untuk membangun kembali loyalitas pengunjung.

 “Kita coba menyampaikan kepada pelanggan lama bagaimana supaya mereka tertarik kembali datang ke SWK,” tambahnya.

Selain itu, Doni menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan media.

Ia menyebutkan bahwa penyebaran informasi yang konsisten dan masif dapat membantu meningkatkan citra SWK di mata masyarakat.

 “Informasi harus dikuatkan dan disosialisasikan secara terus-menerus, terutama melalui media sosial,” pungkasnya.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali geliat ekonomi para pelaku usaha mikro dan menjadikan SWK sebagai destinasi kuliner yang hidup dan berdaya saing di tengah dinamika perkotaan.(dim)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#SWK #sentra wisata kuliner #surabaya #pemerintah kota surabaya #SWK Kalimas Timur #pegirian