RADAR SURABAYA - Korban S, 24, warga Bulak Banteng ditemukan bersimbah darah di area belakang Masjid Shirotol Mustakim Jalan Kedinding Lor, Surabaya. Ia diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Surabaya dari warga sekitar, awalnya ada pengejaran yang dilakukan seorang terduga pelaku terhadap korban dengan teriakan maling. Namun tidak diketahui apa sebab korban dikejar oleh terduga pelaku.
Kejadian yang diduga kuat terjadi pada pukul 17.30 tersebut berlangsung cepat. Warti, salah seorang pedagang yang lapaknya tak jauh dari lokasi mengatakan ia melihat aksi kejar-kejaran tersebut sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Ia menerangkan korban saat itu dikejar oleh pelaku dan korban lari ke area masjid. Saat itu menurut Warti pelaku meneriaki korban. "Ada pelaku satu orang, dia berteriak maling sambil mengejar korban," ujar Warti.
Warti juga mengaku tidak kenal keduanya, baik pelaku maupun korban. Setelah peristiwa tersebut pelaku langsung kabur melarikan diri. "Tiba-tiba ramai orang dan polisi banyak," ujar Warti.
Rekaman CCTV di masjid memperlihatkan seseorang lari menuju ke dalam masjid. Kemudian disusul terduga pelaku yang mengenakan kaos singlet hitam tanpa lengan mengejar korban. Terduga pelaku mengenakan sarung sambil membawa sesuatu diduga senjata tajam (sajam) di tangan kirinya.
Sementara itu hingga saat ini, motif pembacokan masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian masih menyelidiki terkait pelaku maupun kronologi lengkap kejadian dan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Korban mengalami tiga luka bacok di kedua tangannya hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto membenarkan adanya insiden ini. Ia pun menambahkan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini. "Nanti akan kami sampaikan lagi setelah penyelidikan," pungkas Iptu Suroto.(sur/gun)
Editor : Guntur Irianto