RADAR SURABAYA - Pemerintah terus mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim Badan Gizi Nasional (BGN) terus mengevaluasi hingga ke bawah pelaksanaan program ini. Program MBG ini tidak hanya baik untuk anak-anak namun juga membuka lapangan kerja untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Analis Kebijakan Ahli Madya PPM Prokerma BGN Ari Yulianto mengungkapkan, evaluasi terus dilakukan termasuk terkait dengan perbaikan kualitas SPPG. Terutama terkait kasus keracunan.
"Pihak BGN telah melakukan investigasi dan evaluasi secara menyeluruh untuk segera dilakukan tindakan dan perbaikan terhadap pelaksanaan MBG oleh mitra BGN," kata Ari, saat sosialisasi di Sukolilo, Surabaya, Selasa (20/5).
Ia mengungkapkan, program MBG terus dilakukan evaluasi. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Melalui MBG, anak-anak diharapkan dapat belajar lebih fokus, berprestasi, dan memiliki semangat melanjutkan pendidikan, sehingga mengurangi angka anak putus sekolah,” ujarnya.
BGN menekankan pentingnya SPPG sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. SPPG menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Indah kurniawati, menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kecukupan gizi secara menyeluruh.
“Sebagai perwakilan pemerintah, saya akan aktif mengawal pelaksanaan program MBG, khususnya di wilayah Kecamatan Sukolilo, Surabaya dan Sidoarjo,”
Indah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan standar distribusi makanan serta membentuk sistem monitoring yang terstruktur dan partisipatif. (gun)
Editor : Guntur Irianto