RADAR SURABAYA – Semarak budaya turut menyapa dalam gelaran Bhakti Sosial Pelayanan Kesehatan Terintegrasi dan Donor Darah dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732. Pada acara yang difasilitasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya tersebut, Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise (MJE) menghadirkan pertunjukan spesial Tari Wulandaru.
Tari Wulandaru merupakan karya koreografer Sri Mulyani, S.Sn., M.Sos., yang juga dosen Program Studi Seni Tari di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya sekaligus pemilik Sanggar MJE. Musik pengiringnya diciptakan oleh Joko Porong.
Penampilan tersebut dibawakan oleh lima penari muda dari Sanggar MJE, yaitu Ulya Khoirotunnisa dan Hasna Athaya Hayati yang masih duduk di kelas 8 SMPN 23 Surabaya, Kezia Regina Puteri Loupatty serta Firyal Arini Aisa Kamila dari kelas 9 SMPN 23 Surabaya, serta Melza Nur R, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga yang juga menjadi pelatih sekaligus penari.
Melalui penampilan ini, Sanggar MJE turut memberi warna dalam perayaan HJKS ke-732 dengan menghadirkan seni sebagai jembatan doa dan harapan untuk Kota Surabaya yang semakin gemilang. (*)
Editor : Lambertus Hurek