Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dispendik Surabaya Luncurkan Panduan dan Simulasi SPMB 2025, PIN Jadi Kunci Akses Pendaftaran

Dimas Mahendra • Jumat, 16 Mei 2025 | 02:48 WIB

 

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh.
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh.

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) resmi meluncurkan panduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang TK, SD, dan SMP negeri. Panduan tersebut sudah bisa diakses melalui laman resmi spmb.surabaya.go.id.

Tahapan penting yang kini tengah berlangsung adalah proses validasi data calon peserta didik.

Setelah tahap ini rampung, peserta didik jenjang SMP akan mendapatkan Nomor Identifikasi Pribadi (PIN) sebagai akses utama dalam proses pendaftaran daring.

"Saat ini sedang berlangsung proses validasi data, dan penentuan titik lokasi calon siswa telah selesai. Kami berharap, saat validasi data ini, orang tua akan langsung menerima PIN untuk akses pendaftaran," ujar Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, Kamis (15/5).

Yusuf menjelaskan, PIN memiliki fungsi penting dalam sistem pendaftaran, karena digunakan sebagai pengaman saat login.

PIN tersebut dapat diperoleh langsung melalui laman resmi pendaftaran sesuai jenjang pendidikan yang dituju.

"Untuk mendapatkan PIN tersebut, orang tua dapat mengakses situs SPMB dan memilih menu pendaftaran sesuai dengan jenjang pendidikan yang dituju," lanjutnya.

Selain validasi dan panduan, Dispendik juga menyiapkan simulasi pendaftaran daring agar orang tua dan siswa dapat memahami alur proses secara menyeluruh.

Hal ini disiapkan karena masih banyak orang tua yang belum familiar dengan proses daring pendaftaran SPMB.

"Simulasi ini akan kami laksanakan dalam dua gelombang, masing-masing berlangsung selama 24 jam," terangnya.

Simulasi PPDB jenjang SD dijadwalkan pada 22–27 Mei 2025 (gelombang pertama) dan 29 Mei–2 Juni 2025 (gelombang kedua).

Sementara untuk jenjang SMP dilaksanakan pada 26–31 Mei 2025 (gelombang pertama) dan 16–21 Juni 2025 (gelombang kedua).

"Kami mengimbau para orang tua memanfaatkan kesempatan simulasi ini agar terbiasa dengan proses pendaftaran melalui empat jalur yang tersedia. Semakin sering mencoba, diharapkan pemahaman orang tua dan calon peserta didik baru terhadap alur pendaftaran akan semakin baik," ujar dia.

Yusuf juga menekankan pentingnya validasi data yang akurat, mulai dari riwayat sekolah, domisili, hingga kepemilikan Kartu Keluarga Surabaya.

Ia juga mendorong orang tua untuk aktif mendampingi putra-putrinya selama proses simulasi.

“Apabila orang tua atau peserta didik mengalami kesulitan dalam uji coba, langkah pertama adalah memeriksa kestabilan jaringan. Jangan khawatir, uji coba akan tetap dapat dilaksanakan di hari selanjutnya," tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan sosialisasi, Dispendik bekerja sama dengan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan kelurahan.

Edukasi tentang perbedaan SD dan SMP negeri serta swasta juga akan dilakukan di kelurahan, bersamaan dengan layanan kependudukan.

“Tujuannya adalah agar masyarakat yang sedang mengurus KTP atau keperluan lainnya di kelurahan dapat sekaligus bertanya mengenai SPMB tanpa harus datang ke Dispendik Surabaya,” terangnya.

Sebagai bentuk pelayanan langsung, Pemkot Surabaya membuka posko SPMB tidak hanya di Kantor Dispendik, tetapi juga di seluruh sekolah SD dan SMP negeri se-Kota Surabaya.

"Ini yang kami siapkan, mudah-mudahan sosialisasi ini berjalan lancar. Seluruh kepala sekolah dan tim IT di setiap sekolah telah bersiap untuk memberikan bantuan kepada orang tua. Kami berharap, dengan keberadaan posko di sekolah-sekolah terdekat, orang tua tidak perlu lagi datang ke Kantor Dispendik Surabaya," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #dispendik surabaya #PIN #simulasi pendaftaran #pemkot surabaya #validasi data #SPMB 2025