Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penjual Jamu Keliling asal Mojokerto Wujudkan Mimpi Berangkat ke Tanah Suci Usai 50 Tahun Berjualan 

Rahmat Sudrajat • Kamis, 15 Mei 2025 | 14:15 WIB

 

TEKUN: Calon jemaah haji asal Mojokerto, Diyem Wiryorejo saat melakukan salat di Embarkasi Surabaya sebelum berangkat ke Madinah.
TEKUN: Calon jemaah haji asal Mojokerto, Diyem Wiryorejo saat melakukan salat di Embarkasi Surabaya sebelum berangkat ke Madinah.

RADAR SURABAYA - Ketekunan dan kerja keras membuahkan hasil. Itulah yang dilakukan oleh calon jemaah haji asal Mojokerto, Diyem Wiryorejo yang sudah menabung puluhan tahun dan akhirnya dengan kegigihan bisa berangkat haji.

Dari gerobak dorong sederhana, terwujud mimpi suci Diyem, penjual jamu asal Mojokerto ini bisa berangkat haji. 

Setelah 50 tahun tekun berjualan jamu, mimpi Diyem untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud.

Perempuan berusia 65 tahun ini berangkat ke Tanah Suci hari ini, Kamis (15/5), dari Embarkasi Surabaya yang tergabung dalam kloter 47.

Dari gerobak dorongnya yang sederhana, Diyem mengumpulkan rupiah demi rupiah selama lebih dari 25 tahun. 

Ketekunannya yang luar biasa membuahkan hasil, dana yang cukup untuk membiayai perjalanan spiritualnya akhirnya terkumpul.  

"Alhamdulillah, setelah sekian lama berjualan jamu, akhirnya cita-cita saya bisa berangkat haji tercapai. Ini semua berkat kerja keras dan doa," ujar Diyem dengan senyum sumringah.

Setiap hari, Diyem berkeliling menawarkan ramuan jamu tradisional. Keuntungan yang diperoleh, berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari, ia rajin menabung dengan penuh kesabaran. 

Perjuangannya dimulai sejak usia 11 tahun, dulu ia menggendong dagangannya, kini menggunakan gerobak.

"Saya kumpulkan (uang, Red) sedikit demi sedikit untuk ditabung. Kalau ada rezeki satu bulan sudah terkumpul Rp 1 juta. Kalau belum ada ya bisa berbulan-bulan baru bisa kumpul Rp 1 juta," tuturnya.

Ibu tiga anak ini daftar haji tak sendiri, namun bersama dengan suaminya, Budi Paimin Mulyono yang sehari-hari berjualan nasi goreng. Selama 25 tahun akhirnya dia pun dapat mendaftar haji.

"Saya daftar haji bersama suami. Kebetulan suami saya juga punya tabungan dari berjualan nasi goreng sehari-harinya," tutur lansia asal Solo ini.

Dia berharap ketika di Tanah Suci bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar bersama dengan suami.

"Semoga ibadah lancar diberikan kemudahan sampai akhir dan kembali dengan selamat ke Indonesia," harapnya.

Diyem dijadwalkan terbang ke tanah suci Kamis (15/5) pukul 10.20 WIB, melalui Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Keduanya membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mewujudkan mimpi, sebesar apapun tantangannya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Penjual Jamu Berangkat Haji #jemaah haji #embarkasi surabaya #mojokerto #haji 2025