RADAR SURABAYA - Dua komplotan jambret yang merampas handphone (HP) bocah berinisial DK, 7, bocah di pos Jalan Sambisari I, Lontar, Sambikerep, Surabaya, saat beraksi melepas nopol motor Honda Beat yang digunakan. Pelaku sebelumnya juga keliling memutari gang untuk mencari sasaran.
Ketua Linmas Sambisari Ahmad Farid, 43, mengatakan bocah yang menjadi korban perampasan ponsel adalah DK, 7, warga setempat. Aksi penjambretan tersebut terjadi Minggu (11/5) sekitar pukul 10.40.
"Pelaku dua orang. Sebelum beraksi sudah kepantau CCTV keliling mutar dulu. Pertama mantau dulu, kedua dia lepas plat nomor motor," ujarnya, Rabu (14/5).
Setelah melepas plat nopol, pelaku kembali ke pos yang menjadi tempat bermain korban dan temannya. Pelaku lalu berhenti sambil pura-pura berfoto. Saat situasi sepi pelaku merampas ponsel korban.
"Pelaku pakai motor Beat strip hijau hitam. Usia remaja (masih muda). Yang diambil HP merk Vivo milik DK masih sekolah SD. Nggak sampai dilukai cuma syok korban," sebutnya.
Ahmad menyatakan, untuk kasus perampasan ponsel tersebut belum dilaporkan resmi ke polisi. Meski demikian pihak Linmas sudah berkoordinasi dengan polisi Babinkamtibmas.
"Kalau kejadian penjambretan HP baru kali ini. Tapi kalau terkait curanmor rawan," ungkapnya. Ahmad berharap pihak yang berwenang segera menangkap pelaku supaya tidak kembali beraksi.
Ia mengaku melakukan antisipasi aksi kejahatan. Pihak Linmas bersama warga mengaktifkan ronda malam hingga pagi. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto