Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekolah Gelar Wisuda? Siap-siap Kepala Sekolah Disanksi Wali Kota Surabaya!

Dimas Mahendra • Rabu, 14 Mei 2025 | 17:13 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi akan beri sanksi kepala sekolah yang menarik dana untuk acara wisuda.
Wali Kota Eri Cahyadi akan beri sanksi kepala sekolah yang menarik dana untuk acara wisuda.

RADAR SURABAYA – Menjelang berakhirnya tahun ajaran semester genap, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara tegas melarang seluruh sekolah negeri di Surabaya mengadakan acara wisuda kelulusan.

Larangan ini dikeluarkan untuk mencegah praktik penarikan dana dari wali murid yang kerap terjadi menjelang akhir tahun ajaran.

Larangan tersebut muncul menyusul adanya laporan dari masyarakat mengenai dugaan penarikan biaya wisuda oleh salah satu SMP negeri di Surabaya.

Isu ini sempat menarik perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran akan beban tambahan bagi orang tua siswa.

“Kalau untuk SMP Negeri dan SD Negeri, saya tidak perbolehkan satu sen pun untuk menarik uang dari siswa,” tegas Eri Cahyadi, Senin (13/5).

Ia menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang terbukti melakukan penarikan dana untuk kegiatan wisuda.

Masyarakat pun diminta untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik serupa di sekolah anak-anak mereka.

“Silakan laporkan. Kalau ada yang seperti itu, saya akan berikan sanksi kepada kepala sekolah yang berada di bawah naungan saya,” tambahnya.

Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa mereka sangat serius dalam menangani isu ini. Selain sekolah negeri, sekolah swasta juga diminta tidak menarik iuran untuk acara akhir tahun yang bersifat seremonial dan membebani wali murid.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyampaikan bahwa arahan wali kota berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, kegiatan akhir tahun sebaiknya diisi dengan aktivitas yang bersifat edukatif dan mendorong kreativitas siswa.

“Lebih baik diisi dengan kegiatan positif, sederhana, dan memiliki output pengembangan karakter serta peningkatan keterampilan siswa,” jelas Yusuf.

Ia menyarankan agar sekolah mengadakan kegiatan yang menampilkan karya-karya siswa sebagai bentuk apresiasi atas pembelajaran yang telah dilalui, tanpa membebani orang tua secara finansial.

“Kegiatan kreatif seperti pameran karya siswa itu bisa dilakukan. Baik negeri maupun swasta tidak boleh mengadakan acara yang memberatkan wali murid. Kita harus saling membantu sebagai sesama warga Surabaya,” pungkasnya.(dim)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#wali kota surabaya #praktik penarikan dana dari wali murid #Eri Cahyadi #Masyarakat pun diminta untuk aktif #larangan wisuda