Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dindik Jatim Bakal Manfaatkan AI Karya ITS Surabaya untuk SPMB 2025, Seperti Apa Sistem Kerjanya?

Mus Purmadani • Senin, 12 Mei 2025 | 00:13 WIB

 

Posko pelayanan PPDB SMA/SMK di Dinas Pendidikan Jatim tahun 2024 lalu.
Posko pelayanan PPDB SMA/SMK di Dinas Pendidikan Jatim tahun 2024 lalu.

RADAR SURABAYA - Menjelang dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025, Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menyiapkan berbagai skema. Salah satunya menggunakan sistem Artificial Intellegence (AI).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai meyakini SPMB tahun ini akan lebih baik, karena menggunakan sistem AI. Dengan AI karya ITS yang dinamakan Senopati tersebut, orang tua atau calon murid bisa berbicara dengan AI.

“Orang tua atau calon murid yang mau masuk ke sekolah tertentu, mereka tinggal kirim datanya saja. Kemudian bertanya, apakah anak saya dengan alamat ini dengan data ini bisa masuk ke SMA ini?, nanti bisa langsung dijawab,” ungkapnya, Minggu (11/5).

Aries percaya, sistem baru ini tidak punya celah yang bisa menimbulkan persoalan baru.

Sebab, Dinas Pendidikan telah mencobanya dengan Chat GPT dan Gemini. "Semuanya dijawab dengan baik," katanya. 

Dinas Pendidikan Jatim juga menyiapkan skema beasiswa bagi calon murid baru yang tidak bisa masuk SMA/SMK negeri se-Jatim.

Dari catatan Dinas Pendidikan Jatim, jumlah calon murid baru yang akan diterima SMA/SMK negeri di Jatim sebanyak 2.800-an, sementara jumlah lulusan SMP tahun ini mencapai 4.600 ribuan.

Artinya, dari jumlah lulusan SMP tersebut separuhnya tidak diterima di sekolah negeri.

“Bagi yang tidak diterima, ada beasiswa seperti yang pernah disampaikan Ibu Gubernur, bahwa kami nanti akan memberikan beasiswa. Ada beasiswa penuh dan beasiswa terjangkau yang diberikan oleh sekolah swasta kepada siswa yang tidak diterima di sekolah negeri,” jelasnya. 

Aries juga menjelaskan, penerima beasiswa tersebut adalah mereka yang tidak menerima bantuan-bantuan pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) atau yang lain. 

Terkait sistem zonasi yang sebelumnya diberlakukan, Aries memastikan sudah diganti dengan sistem domisili. Menurutnya, perubahan sistem ini lebih mempermudah.

“Kalau dulu kan jarak, kalau domisili itu ada batas-batasnya tapi juga berdasarkan nilai yang dimiliki oleh masing-masing calon murid,” ungkapnya. 

Sementara itu, terkait sekolah rakyat, Aries menjelaskan, pihaknya siap memenuhi dan menyiapkan sekolah yang akan dipakai.

“Sekolah Rakyat itu leading sector-nya Kementerian Sosial dan Dinas Sosial. Kami hanya pemenuhannya dan kesiapan sekolah yang akan dipakai,” katanya. 

Dia mencontohkan, salah satu sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Jatim, yakni Sekolah Maritim di Lamongan yang akan digunakan untuk Sekolah Rakyat.

Dia juga memastikan pemakaian sekolah tersebut untuk Sekolah Rakyat, dengan catatan memang dibutuhkan.

“Kalau kami ditanya berkenan atau tidak sekolah itu dipakai, kami berkenan," pungkasnya. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#its #surabaya #AI #sma #Dindik Jatim #Sekolah Rakyat #pendidikan #artificial intellegence #SPMB 2025