RADAR SURABAYA- Seorang calon jemaah haji asal Jember, Achmad Sadin, 90 tahun tiba-tiba berlari ke luar asrama haji sembari berteriak-teriak ingin pulang ke daerah asal, Sabtu (10/5).
Bahkan saat ditenangkan oleh petugas keamanan gabung Asrama Haji Embarkasi Surabaya Achmad memberontak. Bahkan petugas keamanan sempat mendapat gigitan dari Achmad saat dilarang keluar.
Teriakan Achmad pun mengundang reaksi dari warga setempat dan juga pengguna jalan di depan Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Sekitar lima menit Achmad meronta di depan pagar asrama karena ingin pulang ke daerah asalnya yakni Jember.
Akhirnya, ia dimasukan ke dalam mobil ambulance dari bidang kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya. Achmad pun dibawa ke klinik embarkasi untuk mendapatkan perawatan.
Bahkan setibanya di klinik Achmad juga terus meronta ingin pulang. Dokter jaga klinik memberikan injeksi untuk menenangkan jemaah dari kloter 32 tersebut karena diduga demensia atau penurunan daya ingat.
Istrinya, Jumanti yang mendampingi Achmad mengaku tak tahu jika suaminya keluar dari kamar dan berlari sambil teriak-teriak ingin pulang ke Jember. Karena saat itu Jumanti tengah menjalani salat dhuhur.
"Gak tahu saya karena waktu itu saya lagi shalat dhuhur. Tiba-tiba dikabari kalau suami saya di klinik," ujar Jumanti.
Jumanti juga mengaku sebelum berangkat ke asrama haji Achmad terlihat tidak tidur dua hari. Ketika ditanya apakah ada yang dipikirkan, Jumanti juga tidak mengetahui. "Sebelum berangkat ke asrama haji bapak tidak tidur dua hari. Gak tahu kalau ada yang dipikirkan," ungkap perempuan yang tinggal bersama Achmad di Tempurejo, Jember.
Dari hasil pemeriksaan di daerah sebelum berangkat, Achmad dinyatakan sehat dan tidak mengalami riwayat sakit. "Sehat kok, waktu mau berangkat kan diperiksa gak ada penyakit," imbuhnya.
Achmad berangkat ke tanah suci tergabung dalam kloter 32 bersama dengan istri dan anak terakhirnya Abdul Manaf. Ketiganya bisa berangkat haji setelah menunggu 13 tahun.
Hingga berita ini diturunkan Achmad dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya untuk mendapatkan perawatan. Bahkan saat dibawa menuju ambulance menuju rumah sakit kaki dan tangan Achmad terlihat diikat agar tidak memberontak. (rmt/gun)
Editor : Guntur Irianto