Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Robot Anjing Pintar Inovasi Tim Robotika ITS Surabaya, Ternyata Bisa Jalan, Lari, bahkan Melompat

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 10 Mei 2025 | 01:03 WIB

BERGERAK MANDIRI: Fokus utama pengembangan robot anjing buatan ITS ini adalah sebagai unit patroli otonom di industri.
BERGERAK MANDIRI: Fokus utama pengembangan robot anjing buatan ITS ini adalah sebagai unit patroli otonom di industri.

 
RADAR SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berinovasi di bidang robotika. Terbaru, ITS mengembangkan robot anjing berkaki empat yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Robot ini mampu bergerak mandiri, menginspeksi area industri, dan bahkan menerima perintah suara.

Robot canggih ini merupakan hasil kolaborasi antara Klaster Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Robotika ITS, Pusat Unggulan Iptek (PUI) Artificial Intelligence for Healthcare and Society ITS, Departemen Teknik Komputer ITS, dan Ezra Robotics. 

Robot yang awalnya didatangkan dari Tiongkok ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Robotika ITS untuk meningkatkan kemampuan sensor, mobilitas, dan otonominya.

"Fokus utama pengembangan robot ini adalah sebagai unit patroli otonom di industri," jelas Koordinator Tim Robotika ITS, Muhtadin, S.T., MT, Jumat (9/5). 

Robot tersebut dilengkapi sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta navigasi berbasis Lidar dan GPS.

Memungkinkannya memetakan lingkungan, mendeteksi perangkat panas berlebih, dan mengidentifikasi anomali di area industri.

Lebih lanjut Muhtadin menjelaskan, robot berwarna putih ini memiliki kemampuan deep learning untuk pengenalan citra.

"Fitur ini memungkinkan robot melakukan inspeksi rutin secara mandiri. Misalnya patroli di gardu listrik setiap tiga jam sekali, dan mengirimkan data ke pusat kontrol," tambahnya.

Keunggulan robot ini juga terletak pada mobilitasnya. 

Dengan empat kaki, robot ini mampu beradaptasi di berbagai medan.

Termasuk medan berbatu dan tangga, menawarkan stabilitas dan kelenturan yang lebih baik dibanding robot beroda. 

“Sebagai fitur keamanan, robot ini juga dapat dikendalikan secara manual menggunakan remote control,” sambungnya.

Tak hanya untuk industri, robot ini juga berpotensi diaplikasikan di sektor kebencanaan dan rumah tangga. 

Muhtadin menambahkan jika dukungan Large Language Model (LLM) dari Google Gemini memungkinkan robot menerima perintah bahasa alami dan menerjemahkannya menjadi aksi nyata. 

“Kami juga membekali robot dengan kemampuan berinteraksi natural untuk membantu kehidupan sehari-hari," katanya.

Robot ini terdiri dari dua unit kecil (tinggi 45 cm) dan satu unit besar (tinggi 71 cm),  dengan kemampuan bergerak mandiri, mulai dari berjalan, berlari, hingga melompat. 

"Ukuran robot dapat disesuaikan dengan kebutuhan; yang kecil untuk domestik, yang besar untuk industri," ujar Muhtadin.

Ke depannya, robot ini akan dikomersialisasikan dan dikembangkan untuk sektor industri lain seperti pertambangan dan perminyakan.

ITS juga akan terus menguji implementasinya di lingkungan nyata untuk meningkatkan akurasi. 

"Kami akan mengembangkan varian robot dengan spesifikasi khusus untuk membantu masyarakat," kata Muhtadin optimis. (rmt/opi)
 

Editor : Nofilawati Anisa
#its #tim robotika its #surabaya #anjing #pintar #robot #industri #artificial intelligence