Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siswa MA Al-Ishlah Lamongan Ikuti Pelatihan Jurnalistik di Radar Surabaya, Antusias Belajar Menulis Berita

Dimas Mahendra • Jumat, 9 Mei 2025 | 19:11 WIB
KOMPAK: Siswa MA Al-Ishlah Lamongan ikuti Pelatihan Jurnalistik di Radar Surabaya. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)
KOMPAK: Siswa MA Al-Ishlah Lamongan ikuti Pelatihan Jurnalistik di Radar Surabaya. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Suasana ruang redaksi Radar Surabaya pada Jumat (9/5) pagi dipadati puluhan siswa dari Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah Lamongan.

Mereka memiliki agenda mengikuti pelatihan jurnalistik sekaligus kunjungan redaksi ke kantor Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun.

Dalam sesi yang berlangsung hangat dan penuh edukasi ini, para siswa mendapat banyak pembekalan dari ahlinya.

Yakni dari Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Vega Dwi Arista dan fotografer Radar Surabaya Suryanto. Mulai dari teknik penulisan berita, wawancara, hingga fotografi jurnalistik.

BELAJAR: Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Vega Dwi Arista menyampaikan materi tentang jurnalistik. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)
BELAJAR: Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Vega Dwi Arista menyampaikan materi tentang jurnalistik. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)

Pemimpin Redaksi Radar Surabaya, Vega Dwi Arista, menekankan bahwa media cetak masih memiliki tempat di tengah gempuran digitalisasi.

“Media cetak tetap bisa eksis. Secara bisnis, kami juga sudah memiliki media online. Media cetak memang terpengaruh, tapi kita harus bisa berinovasi dalam bisnis,” ujarnya.

Vega menjelaskan bahwa media cetak perlu beradaptasi dengan dinamika di lapangan. Inovasi sangat diperlukan. Salah satu dengan menghadirkan podcast.

Ia juga membagikan tips wawancara lapangan. Bagaimana menulis berita dengan baik, bertemu dengan narasumber dan kode etik jurnalistik.

“Menulis berita sesuaikan dengan fakta yang ada dan apa yang disampaikan narasumber,” jawabnya kepada seorang siswa bernama Arafah. Banyak juga respon dari siswa yang mengajukan pertanyaan tentang jurnalistik.

Vega menambahkan, meskipun teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) sangat membantu, tetap tidak bisa menggantikan esensi jurnalisme.

“AI memang sedang popular saat ini, tapi tetap tidak bisa menggantikan ruh atau soul dari jurnalistik itu sendiri,” tegasnya.

SERIUS: Fotografer Radar Surabaya, Suryanto membekali siswa dengan fotografi jurnalistik. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)
SERIUS: Fotografer Radar Surabaya, Suryanto membekali siswa dengan fotografi jurnalistik. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)

Sementara itu, fotografer Radar Surabaya, Suryanto, menyoroti pentingnya peran foto jurnalistik sebagai elemen yang memperkuat berita.

“Foto jurnalistik itu ibarat pecel tanpa sambal, ada tapi hambar,” ujarnya, disambut tawa para siswa.

Ia juga menjelaskan bahwa pewarta foto perlu memiliki perencanaan seperti halnya jurnalis tulis.

“Kalau wartawan tulis punya outline, kami fotografer punya stock list. Itu semacam rincian dari setiap peliputan,” paparnya.

Penanggung jawab MA Al-Ishlah, Lutfi Yohandi, mengapresiasi sambutan hangat dan materi yang diberikan oleh Radar Surabaya.

“Ini sangat bagus. Sambutannya luar biasa, dan banyak ilmu yang bisa diserap anak-anak sebagai bekal menjadi jurnalis, baik di sekolah maupun di masa depan,” ungkapnya.

Lutfi menjelaskan bahwa siswa yang hadir merupakan anggota ekstrakurikuler pers sekolah yang selama ini aktif menerbitkan majalah sekolah.

“Radar Surabaya menjadi referensi karena mereka punya dua platform: cetak dan online. Ini sangat bermanfaat untuk kami terapkan dalam kegiatan redaksi di sekolah,” tandasnya. (dim/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#belajar #siswa #jurnalistik #menulis #Pelatihan