RADAR SURABAYA - Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Felix Anthony, berhasil menciptakan inovasi teknologi yang mampu merekonstruksi gambar dari aktivitas otak manusia menggunakan Electroencephalography (EEG).
Inovasi ini berpotensi besar untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan, mulai dari forensik hingga kesehatan.
"Otak manusia itu menjadi jantung alur kehidupan dan ini bisa dimanfaatkan untuk menuai solusi segala permasalahan," ujar Felix, alumnus Departemen Matematika ITS, Rabu (7/5).
Teknologi ini bekerja dengan menganalisis sinyal EEG yang terekam saat seseorang melihat objek, kemudian memprosesnya melalui model deep learning untuk menghasilkan representasi visual dari apa yang dipikirkan.
Felix menjelaskan proses Sinyal EEG yang terekam akan melalui tahap preprocessing, kemudian diekstrak menjadi fitur-fitur frekuensi dominan.
Selanjutnya, analisis dari generalisasi gambar menggunakan model deep learning untuk menghubungkan hasil objek dan algoritma.
"Gambar atau ingatan yang dipikirkan akan disinyalir oleh sinyal EEG, diproses, dan akhirnya direkonstruksi menjadi gambar," jelasnya.
Meskipun inovatif, Felix mengakui teknologi ini masih memiliki kelemahan dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut, terutama terkait kompatibilitas perangkat keras.
Ia berharap inovasi ini dapat berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 dan mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.
"Beragamnya puing-puing teknologi yang dibuat, saya harap dapat menjadi motivasi dan meneruskan inovasi-inovasi yang ada demi keberlanjutan," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari