RADAR SURABAYA - Selama operasional haji bagian Dapur Asrama Haji Embarkasi Surabaya sibuk melayani menu makan untuk jemaah.
Bahkan, para juru masak sudah mulai masak pukul 01.00 WIB dini hari, untuk menu makanan pagi yang disajikan pukul 06.00 WIB.
Puluhan petugas dapur asrama haji lengkap dengan alat pelindung diri (APD) mulai dari celemek, sarung tangan dan alas kaki sudah dipersiapkan untuk memulai masak.
Ada yang mulai menggoreng tahu, memotong bawang hingga persiapan lainnya untuk memasak menu empat sehat lima sempurna yang disajikan kepada jemaah haji.
Kepala dapur Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Siti Syamsiah mengatakan, setiap harinya memasak dengan menu yang berbeda.
Dia menyebut, menu makanan jemaah haji terdiri dari paket satu dan dua. Paket satu dengan menu soto untuk sarapan pagi, kemudian untuk makan siang sayur asem dan makan malam sup.
Kemudahan paket dua untuk menu sarapan semur daging, kemudian untuk makan siang sayur bening dan malam harinya dengan menu sup.
"Jadi ada dua paket yang dimasak untuk dua hari dan lusanya kembali ke paket satu," ujar Syamsiah, Selasa (6/5).
Dalam sehari pihaknya memasak 114 - 152 kilogram beras untuk nasi. Perempuan yang sudah menjadi juru masak lebih dari 31 tahun ini mengatakan, setiap kloter menyiapkan 38 kilogram.
"Ya kalau satu kloter 38 kilogram dalam sehari kan bisa 3 - 4 kloter bisa sekitar 114 - 152 kilogram beras sehari yang dimasak sedang tahun 2024 mencapai 40 kilogram beras," terangnya.
Untuk lauk pauk seperti daging ayam maupun ikan dia menyebut, 30 kilogram disiapkan untuk setiap harinya.
Jemaah haji di Embarkasi Surabaya mendapatkan makan selama tiga kali ditambah dengan snack sebanyak dua kali.
"Selain makan jemaah juga mendapatkan snack dua kali makan tiga kali. Snack itu setelah makan pagi dibagikan ke kamar dan setelah makan siang," imbuhnya.
Jam makan jemaah haji, Syamsiah menyebut menyesuaikan dengan waktu pemberangkatan ke Bandara Juanda.
Jika saat waktu makan malam dilakukan proses pemberangkatan maka jemaah akan mendapatkan kotak boks makan tidak lagi makan prasmanan seperti halnya di jam normal atau sebelum keberangkatan.
"Makan jemaah juga menyesuaikan pemberangkatan. Kalau waktunya makan malam saat proses pemberangkatan yang dibagikan menu makan di dalam kotak boks," terangnya.
Selam melayani menu makanan bagi jemaah di dapur, Syamsiah dibantu 36 petugas dapur.
Meski tahun ini hanya 97 kloter namun bagi Syamsiah tidak lebih ringan, sama saja dengan tahun sebelumnya yang melayani 106 kloter di Embarkasi Surabaya.
"Ya nggak lebih ringan sama saja dengan tahun lalu. Cuma jumlah petugas dapur juga kami kurangi. Tahun lalu 40-an orang sekarang 36 orang," ungkapnya.
Sementara itu, penanggung jawab katering, Nurul Maulana menambahkan, total petugas 116 orang yang melayani mulai dari ruang makan, petugas dapur hingga petugas kebersihan.
Seluruh petugas yang berhubungan dengan dapur dan makanan atau penjamah makanan sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan mulai dari tensi, berat badan, cek darah hingga rectal swab atau pemeriksaan pada lubang anus.
"Kemarin awal menjelang kedatangan juga sudah diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan. Dan sudah dilakukan sosialisasi penggunaan APD saat memasak untuk memastikan kesehatan masakan yang dihidangkan untuk jemaah haji," jelas Nurul.
Selain itu, pemeriksaan menu yang akan disajikan, peralatan dapur kondisi dapur setiap harinya.
Menurutnya yang diperiksa biasanya air, rasa, bau makanan, sanitasi, hingga penerangan dapur.
"Ketika akan disajikan dua jam sampai satu jam akan diperiksa dulu, nanti yang kurang apa akan ditulis dibuku pesan-pesannya,” imbuhnya.
Setiap hari setelah masak ada petugas dari kesehatan untuk membersihkan dapur, semuanya dipel sampai steril.
Nurul juga menambahkan untuk menu makan lansia dan jemaah dengan risiko tinggi (risti) juga berbeda.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas daerah untuk mengetahui jumlah jemaah yang lansia dan risti dalam menyajikan makanan.
"Kalau lansia nasinya lebih lembek, nggak terlalu asem dan pedas. Kemudian lauknya seperti ikan dipilih dengan tekstur yang lembut misalnya ikan dori maupun kakap," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari