RADAR SURABAYA - Viral di media sosial (medsos) aksi dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA di Surabaya usai pertandingan futsal di GOR (Gelanggang Olah Raga) salah satu kampus Surabaya Barat.
Dalam video tersebut belasan pelajar melakukan tindakan kekerasan dan pengeroyokan terhadap salah satu pelajar diduga dari sekolah lain. Berdasarkan informasi, insiden pengeroyokan terjadi di sekitar GOR kampus Surabaya Barat, Sabtu (3/5) sekitar pukul 16.00.
Aksi pengeroyokan itu diduga dilakukan oleh suporter tim futsal SMK di Surabaya dengan korban MF, 16, salah satu suporter dari SMAN di Surabaya.
Salah satu teman korban DA, 15, mengatakan kejadian bermula saat korban hendak memgambil motor untuk pulang setelah melihat pertandingan futsal di GOR kampus Surabaya Barat, Sabtu (3/5) sekitar pukul 16.00.
Tiba-tiba korban ditarik orang tidak dikenal dan diserang dari belakang. Dua teman korban berhasil kabur. Sementara korban menjadi sasaran pengeroyokan.
"Kondisi korban setelah pengeroyokan mengalami luka memar di kepala, kuping kiri, hidung, luka bekas tendangan di area punggung dan penuh luka cakar," ucap DA, Selasa (6/5).
DA menambahkan, korban juga sempat kena hantaman paving di bagian punggung atau kepala. Sebelum kejadian saat itu ada pertandingan futsal antara tim SMK Wachid Hasyim 2 melawan tim SMAN 13 Surabaya.
Pengeroyokan tersebut diduga dipicu karena suporter tim SMK Wachid Hasyim 2 tak terima timnya kalah dalam pertandingan futsal. "Kami dari anak-anak yang lain asumsinya seperti itu. Tapi juga belum pasti dia mengeroyok dasar apa," jelasnya.
Menurutnya, sebelum insiden tersebut pecah, dua kubu suporter tim sekolah sudah bersitegang di media sosial (medsos). "Aslinya ada tiga orang (korban), tapi yang dua lolos, nah yang kena teman saya," ungkapnya.
Kapolsek Lakarsantri AKP Sandi Putra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian dugaan pengeroyokan tersebut. Namun untuk laporan dari korban belum ada. "Tidak ada LP (laporan polisi) ke Polsek," ungkapnya.
Ia melanjutkan, untuk dugaan penyebab pengeroyokan diduga salah satu pihak suporter tidak terima timnya kalah.
"Untuk pemicu yang berkembang di lapangan demikian, namun secara real kami belum bisa memastikan penyebab sebenarnya," tegasnya.
Sandi menuturkan, Polsek Lakarsantri akan memanggil kepala sekolah untuk mediasi serta mencari solusi terbaik. "Direncanakan kami bersama bapak kepala sekolah ingin mencari solusi terbaik kedepannya," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto