RADAR SURABAYA - Polda Jatim mengerahkan 3.736 personel gabungan untuk mengamankan aksi May Day atau Hari Buruh di Surabaya, Kamis (1/5). Ribuan personel itu terdiri dari 3.221 personel Polri dan 515 personel dari instansi terkait.
Seluruh personel gabungan tersebut akan ditempatkan di berbagai titik area di Kota Surabaya. Polda Jatim iku melakukan pengamanan baik di jalur yang akan dilalui massa maupun titik lokasi aksi peringatan May Day.
Beberapa hal potensi kerawan telah diantisipasi. Diantaranya kemacetan lalu lintas akibat konvoi, potensi gesekan antar kelompok, provokasi, aksi anarkis, hingga penyusupan kelompok anarko.
Untuk persiapan pengamanan May Day, Polda Jatim telah melakukan apel kesiapan personel dan kelengkapan sarana dan prasarana di Mapolda Jatim, Rabu (30/4).
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan apel kesiapan merupakan momentum penting untuk melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana sebelum melaksanakan tugas pengamanan.
"Diperkirakan akan ada pergerakan massa yang terkonsentrasi di beberapa titik vital di Surabaya, seperti Kantor Gubernur Jawa Timur, Gedung Negara Grahadi, dan Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah massa sebesar 11.470 orang dari beberapa elemen serikat pekerja dan buruh," ujar Nanang dalam sambutanya, Rabu (30/4).
Nanang menambahkan, untuk mengamankan May Day, Polda Jatim mengerahkan kekuatan gabungan sebanyak 3.736 personel. Terdiri dari 3.221 personel Polri dan 515 personel dari instansi terkait. Seluruh personel akan ditempatkan di berbagai area Kota Surabaya.
"Potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, seperti kemacetan lalu lintas akibat konvoi, potensi gesekan antar kelompok, provokasi, aksi anarkis, hingga penyusupan kelompok anarko," tegasnya.
Kapolda Jatim ini berharap, seluruh rangkaian kegiatan peringatan May Day 2025 di wilayah Jawa Timur, khususnya di wilayah Surabaya berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya kejadian menonjol yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto