RADAR SURABAYA - Jelang kedatangan jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, besok Kamis (1/5) pagi, seluruh area asrama haji dilakukan sterilisasi kesehatan dengan melakukan fogging, Rabu (30/4).
Fogging dilakukan oleh petugas dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya.
Mulai dari halaman luar hingga kamar-kamar yang akan ditempati oleh para jemaah.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi nyamuk demam berdarah.
Tak hanya itu, petugas juga mengecek banyaknya tikus yang ada di sekitar asrama.
Dengan memasang perangkap atau jebakan tikus yang sudah ditempatkan di area-area penyebaran tikus.
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan, pemeriksaan kesehatan lingkungan di area asrama haji dilakukan untuk memastikan standar lingkungan yang bagus sehingga para jemaah yang masuk tidak terjadi hal yang terjadi dan mempengaruhi kesehatan jemaah haji.
Seperti demam berdarah hingga penyakit pes yang disebabkan oleh bakteri pada tikus.
"Dengan fogging ini harapan kami jemaah bisa terbebas dari penularan penyakit yang disebabkan oleh vektor aedes aegypti dan sekaligus pengendalian tikus melalui jebakan agar terhindar dari penyakit pes," kata Rosidi.
Lebih lanjut dia menuturkan, setelah melakukan persiapan kesehatan lingkungan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan frekuensi yang tinggi dari mulai jemaah masuk hingga kepulangan atau kedatangan nantinya.
Karena jumlah jemaah yang akan masuk ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya sebanyak 36.845 jemaah dengan total 97 kloter.
"Kita menyiapkan tim yang bertugas melihat dari sisi lingkungan," imbuh pria yang menjabat menjadi Kabid Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya.
Rencananya juga kembali dilakukan fogging dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan standar lingkungan kesehatan yang bagus.
Selain itu, pihaknya juga memeriksa makanan bagi jemaah selama berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya agar tetap higienis selama dikonsumsi, terutama satu jam sebelum makanan tersebut dikonsumsi oleh jemaah.
Sehingga jemaah tetap sehat dalam menjalankan haji di Tanah Suci.
"Hasil dari pemeriksaan kesehatan lingkungan pengendalian vektor nyamuk, lalat dan tikus ini akan kami sampaikan sebagai rekomendasi ke UPT Asrama haji untuk dilakukan perbaikan kita," jelasnya.
"Sekaligus kita tembuskan ke pusat Kesehatan Haji Kementerian kesehatan dan Kanwil Kemenag apa yang dilakukan sebelum jemaah haji masuk asrama," imbuhnya.
Rosidi juga menyebut selama masa operasional haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pihaknya menyiapkan 10 ambulan dan 100 petugas setiap harinya selama 31 hari.
"10 ambulans akan disiagakan setiap harinya. Baik di asrama haji maupun di Bandara Juanda. Ambulan juga akan mengiringi perjalanan rombongan jemaah dari asrama haji hingga menjelang keberangkatan menuju bandara Juanda," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari