RADAR SURABAYA - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terekam CCTV mencuri motor Honda Beat milik M Fauzi, 27, warga DKA Tegal Sawunggaling. Motor korban dicuri di Jalan Jagir Wonokromo Wetan, Wonokromo, Surabaya. Tersangka Ali Mahrus alias Didik, 42, akhirnya ditangkap.
Tersangka yang merupakan warga Jalan DKA Tegal Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya, ini masih tetangga korban. Tersangka curanmor ini mencuri motor korban menggunakan kunci duplikat. Sebab tersangka beberapa kali meminjam motor korban.
Selain menangkap tersangka eksekutor, polisi meringkus seorang penadah. Tersangka Faisal, 35, warga Kedungdoro, Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda M Zahari mengatakan, tersangka mencuri motor korban yang diparkir di depan toko, pinggir Jalan Jagir Wonokromo Wetan, Surabaya, Selasa (18/3) sekitar pukul 17.00.
Sementara korban saat itu bekerja di salah satu toko sembako yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi parkir. Tersangka terekam CCTV datang ke lokasi memakai sarung warna hijau dan hem lengan panjang abu-abu sedang berjalan kaki ke lokasi pencurian.
Saat situasi sepi, tersangka mulai beraksi. Tersangka mencuri motor dengan kunci duplikat. Kemudian motor dikendarai dibawa kabur dan dijual ke seseorang di kawasan Ngagel Jaya.
Korban baru sadar motor raib saat hendak pulang kerja. Ia mendapati motornya yang diparkir di depan toko sudah tidak ada. Korban sempat menanyakan kepada warga sekitar. Setelah tidak ada yang tahu, korban akhirnya meminta rekaman CCTV di sekitar lokasi dan melapor ke Polsek Wonokromo.
Setelah dilakukan penyelidikan dan berbekal petunjuk CCTV pelaku teridentifikasi. "AM ditangkap di Jalan Ngagel Jaya. Tersangka mencuri motor dengan kunci duplikat. Tersangka tetangga korban dan sering pinjam motor tersebut," ujarnya, Rabu (30/4).
Zahari menjelaskan, tersangka diduga menduplikat kunci motor korban saat dipinjam. Kemudian tersangka menyimpan dan merencanakan aksi pencurian tersebut. Setelah berhasil mencuri, motor Honda Beat dijual tersangka kepada Faisal laku Rp 4 juta.
Sementara itu, Faisal ditangkap saat nongkrong di warung kopi kawasan Ngagel Jaya, Surabaya. Tersangka Ali Mahrus sendiri mengaku baru sekali semlakukan aksi curanmor. "Namun masih kami dalami (lokasi lain). Uangnya dibuat untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto