RADAR SURABAYA – Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya A. Yani melaunching aplikasi My eRSIy dalam peringatan milladnya yang ke-50.
Mengusung tema “Menyempurnakan Khidmat untuk Umat, Melejit Menuju Kejayaan”, launching aplikasi ini merupakan salah satu bentuk semangat rumah sakit tersebut untuk terus berkhidmat pada seluruh umat.
Ketua Yayasan RSI Mohammad Nuh mengungkapkan, dalam peringatan yang setengah abad ini, RSI jangan sampai meninggalkan prinsip dasarnya.
Caranya dengan tidak melupakan jasa para pendirinya terdahulu dan melanjutkan apa yang sudah dirintis saat ini.
Mencapai usia 50 tahun, menurut dia, bukanlah hal yang sepele.
Dari usia itu, seluruh jajaran terus belajar dan mengembangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Kami sangat percaya betul, sepanjang memberikan kemanfaatan, insyaallah RSI akan tetap bisa bertahan dan berkembang dengan baik," tuturnya saat peringatan Harlah Emas 50 Tahun RSI Surabaya A. Yani, di Grand City Surabaya, Minggu (27/4).
Salah satu bentuk kehadiran RSI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat era saat ini adalah dengan meluncurkan sistem aplikasi My eRSIy tersebut.
Menurut Nuh, hal ini merupakan salah satu bagian dari transformasi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jika sebelumnya orang yang datang ke rumah sakit, sekarang hal ini lebih didekatkan lagi layanannya melalui media digital ini. Kemudian kita juga mengembangkan layanan yang namanya home care. Jadi tidak harus orang datang ke rumah sakit untuk mendapat layanan," tuturnya.
Aplikasi ini akan memuat sejumlah layanan yang dibutuhkan masyarakat.
Sebutlah seperti jadwal dokter, layanan konsultasi dan juga sejumlah promo-promo.
Menjalankannya pun cukup mudah karena ketika memilih menu promo tersebut, pelanggan akan langsung terhubung dengan customer servicenya.
Termasuk ketika membutuhkan layanan penyuluhan.
"Yang jelas layanan kesehatan akan semakin kompleks dan meningkat serta meningkatkan daya inovasinya. Ada tiga hal yang akan terus kita kembangkan. Penguatan SDM, infrastruktur seperti gedung termasuk peralatan medisnya, lalu yang ketiga tata kelola sistem manajemen yang terus kita perkuat," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur RSI Surabaya A. Yani Dodo Anondo mengungkapkan, sesuai dengan tema “Menyempurnakan Khidmat untuk Umat, Melejit Menuju Kejayaan”, RSI di usianya yang ke-50 ingin terus mengabdikan dedikasinya kepada masyarakat.
Tetapi, di sisi lain juga ingin adanya pencapaian-pencapaian baru.
"Karena apa, dunia kesehatan ini sifatnya dinamis. Jadi walaupun menuju kejayaan, tetapi sifatnya terus dinamis perkembangannya. Contohnya, dulu ketika kita operasi itu menggunakan sistem bedah. Sekarang hanya tinggal diidentifikasi titiknya, kita sudah bisa melakukan operasi," ungkapnya.
Pelayanan ini menurut dia akan terus ditingkatkan lagi ke depannya.
Jika dari sejarah, RSI ini menurut dia berasal dari NU dan Muslimat.
Kendati begitu, RSI bukan berarti hanya melayani muslim saja. Justru di RSI menurut dia juga banyak menerima pasien dari luar.
"Ada dari India, China dan bahkan kemarin ada juga imigran yang diterima berobat di RSI. Artinya apa, kami ingin terus mengabdikan dan memberikan kemanfaatan untuk seluruh umat," ujarnya.
Lebih jauh, sebagai rumah sakit yang berlandaskan semangat ukhuwah islamiyah dengan pelayanan modern dan terpercaya, RSI Surabaya A. Yani berharap ke depannya bisa terus menjadi pilar kesehatan yang mampu memberi manfaat luas.
Bukan hanya bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, namun juga di tingkat nasional. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa