RADAR SURABAYA – Tren minum teh kembali naik daun lewat konsep tea mixology.
Yaitu cara menikmati teh dengan meraciknya dengan bahan lain untuk mendapatkan cita rasa yang lain.
Sehingga untuk menikmati teh bukan sekadar diseduh dan diminum begitu saja, namun ada cara menikmati dengan penuh elegansi.
Mulai dari pemilihan daun teh, suhu penyeduhan, hingga bagaimana teh dipadukan dengan makanan untuk menciptakan harmoni rasa.
Tea mixology kini digandrungi oleh para penikmat teh dari para sosialita hingga anak muda yang ingin mengeksplorasi cara baru menikmati minuman klasik ini.
Tidak hanya sebagai minuman pelepas dahaga, teh dalam konsep ini menjadi bagian dari ritual relaksasi, meditasi, dan refleksi diri.
Menurut Expert Tea, Eliawati Erly tren tea mixology berkembang karena keinginan para penikmat teh, untuk berkreasi dalam menikmatinya.
"Pada dasarnya tea mixology itu menggabungkan beberapa unsur rasa makanan dengan bahan dasar teh. Baik untuk membuat minuman panas atau dingin dengan bahan dasar teh dan mencampurkannya dengan rasa lain seperti rasa buah buahan atau rasa makanan lainnya," jelas Eliawati Erly dalam acara Tea Tasting & Mixology yang digelar di Hotel Ciputra Surabaya, Rabu (23/4).
Melalui tea mixology ini, menjadikan teh berada pada level yang lebih tinggi dengan nilai jual yang tinggi.
"Teh yang merupakan minuman sehari-hari masyarakat, bisa berada di level yang berbeda. Dengan meracik teh menjadi minuman kekinian yang menyegarkan dan tak biasa," jelasnya.
Menurut Erly, ada teknik tersendiri ketika menikmati teh dalam tren mixology ini.
Yakni dengan menahan makanan pada mulut, ketika ingin menimbulkan cita rasa tersebut pada teh.
"Ketika kuenya dimakan jangan ditelan dulu, sruput tehnya. Maka akan menimbulkan cita rasa yang bermacam-macam," jelasnya.
Cita rasa yang ditemukan oleh setiap penikmat teh akan berbeda, karena hal itu merupakan taste masing-masing.
"Salah satu contoh adalah ketika menikmati teh dengan rasa strawberry, dan memilih pastry dengan sosis butternya. Maka ada yang merasakan rasa butternya hilang," ungkap Erly.
Sementara itu, I Ketut Yudasena dari Dilmah Tea Indonesia, mengatakan bahwa di Indonesia saat ini menikmati minuman teh dan memadukannya dengan makanan lagi tren di kalangan sosialita.
"Kalau dulu di tahun 90an kan mungkin yang tren adalah wine pairing, dan sekarang adalah tea pairing. Lalu makanan yang terbuat dari teh, sausnya dari teh hingga rasa es krim green tea," ujar Ketut Yudasena. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa