Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Kamis 23 April 2025, Panas, Lembab, Peluang Hujan

Lambertus Hurek • Kamis, 24 April 2025 | 12:05 WIB
Suasana cerah di taman kota. (AI)
Suasana cerah di taman kota. (AI)

RADAR SURABAYA - Pagi hari Kamis, 24 April 2025. Jalanan Surabaya masih bernapas lega. Langit mendung, tapi tidak terlalu berat. Sejuk, untuk ukuran kota ini. BMKG mencatat suhu jam tujuh pagi di angka 26 derajat. Angin timur naik pelan, 6 km per jam. Kelembaban 88 persen. Tidak ada yang mengejutkan. Belum.

Jam delapan, matahari mulai mengintip. Langit jadi setengah mendung, setengah cerah. Suhu naik dua derajat. Tapi yang bikin tak nyaman bukan itu—melainkan sensasi panas yang terasa seperti 31 derajat. Efek lembab. Keringat mulai muncul tanpa undangan.

Jam sembilan, matahari akhirnya ambil alih panggung. Cerah. Suhu 29, tapi rasa-rasanya seperti di tengah gurun kecil: 34 derajat. Angin? Hanya 3 km per jam. Tidak membantu. Udara makin tebal. Kelembaban turun sedikit, tapi tidak cukup membuat orang lega.

Dari jam sepuluh sampai tengah hari, Surabaya bak wajan. Terik. Suhu 30 ke 32 derajat. Tapi rasanya mencapai 38 sampai 39 derajat. Tidak ada awan yang cukup berani menutupi langit. BMKG mencatat angin nyaris diam. Keringat, gerah, dan matahari jadi satu paket lengkap.

Masuk siang dan awal sore, langit mulai berubah raut. Dari pukul dua siang, awan-awan mulai menyelimuti. Bukan sekadar awan lewat. Ini awan serius. Jam empat sore, hujan rintik mulai turun di beberapa titik. Tipis. Tapi cukup membuat jalan licin dan helm penuh bintik air.

Suhu turun ke 30 derajat, tapi kelembaban justru naik ke angka 74 persen. Tidak menyegarkan. Lebih mirip ruang sauna.

Hujan ringan bertahan hingga malam. Dari jam lima sore hingga tujuh malam, langit terus meneteskan air. BMKG mencatat hujan ringan—sekitar 0.1 sampai 0.2 milimeter. Tak banjir. Tapi cukup untuk bikin malas keluar rumah, apalagi naik motor. Suhu turun ke 27, lalu 26 menjelang tengah malam. Tapi rasa lembab itu tidak pergi. Kelembaban naik terus, di atas 85 persen.

Malam ditutup dengan langit yang murung. Tidak ada bintang. Tidak ada bulan. Hanya awan tebal dan udara berat. Seperti kota yang sedang berpikir keras tentang masa depan—panas, gerah, dan kadang menangis sebentar. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#surabaya #Prakiraan Cuaca #Lembap #hujan #BMKG Surabaya