Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Jadi Kota Pertama Implementasi Modul Gembira untuk Transisi PAUD ke SD

Dimas Mahendra • Selasa, 22 April 2025 | 23:51 WIB
Sekda Kota Surabaya Ikhsan dan Direktur SEAMEO CECCEP Prof. Vina Adriany usai menandatangani nota kesepahaman implementasi Modul Gembira di Graha Sawunggaling, Selasa (22/4).
Sekda Kota Surabaya Ikhsan dan Direktur SEAMEO CECCEP Prof. Vina Adriany usai menandatangani nota kesepahaman implementasi Modul Gembira di Graha Sawunggaling, Selasa (22/4).

RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengukuhkan komitmennya dalam membentuk generasi emas sejak usia dini.

Melalui kerja sama dengan SEAMEO CECCEP (Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting), Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Modul Gembira untuk mendampingi transisi anak dari pendidikan anak usia dini (PAUD) ke sekolah dasar (SD).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Graha Sawunggaling, Selasa (22/4).

Kolaborasi ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas guru dan orang tua agar masa transisi anak dari PAUD ke SD tidak menjadi tekanan, melainkan pengalaman yang menggembirakan dan suportif.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat Surabaya sebagai kota pembelajar dan layak anak.

"Kami memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak, sejalan dengan visi Surabaya sebagai kota pembelajar. Kerja sama ini semakin memperkuat visi misi Bapak Wali Kota untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang mendunia," kata Ikhsan.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan anak-anak sebagai prioritas utama dalam pembangunan, dari PAUD hingga jenjang pendidikan tinggi.

"Bapak Wali Kota selalu mengingatkan dalam setiap forum bahwa Surabaya dipersiapkan untuk anak-anak kita, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi,” terangnya.

Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat PAUD Kemendikdasmen RI, Soripada Harahap, memberikan apresiasi terhadap langkah Surabaya.

Ia menyebut pendekatan seperti ini sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak sejak dini.

“Program yang diluncurkan oleh Kemendikdasmen RI berfokus pada dukungan perkembangan anak usia dini. Direktorat PAUD sangat mengapresiasi program Pemkot Surabaya dan mengucapkan terima kasih atas dukungannya," kata Soripada.

Sementara itu, Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany, menyebut bahwa Modul Gembira disusun berdasarkan hasil riset dan akan menyasar ribuan pendidik serta orang tua di Surabaya.

Sebagai lembaga di bawah menteri-menteri pendidikan se-Asia Tenggara yang fokus pada PAUD dan pendidikan keluarga.

SEAMEO CECCEP menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga PAUD dan orang tua untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

“Surabaya menjadi kota pertama yang mengimplementasikan modul ini, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada guru dan orang tua mengenai strategi yang tepat untuk kesinambungan PAUD dan SD, serta stimulasi sesuai tahapan perkembangan anak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, meluncurkan program perlindungan PAUD holistik yang dikembangkan oleh DP3APPKB Surabaya.

Beberapa di antaranya termasuk fitur monitoring 7++ Kebiasaan Anak Hebat, layanan konsultasi deteksi dini Kenari, buku Amira dan Gadget, serta program Rumah Perubahan untuk anak-anak yang menghadapi permasalahan sosial.

"Kami terus berinovasi dan memperbarui program kerja yang telah ada. Salah satunya adalah peningkatan mutu satuan pendidikan melalui kerja sama dengan SEAMEO CECCEP," ungkap Bunda Rini.

"Anak-anak cenderung lebih tertarik pada gadget daripada membaca. Dengan buku ini, yang disajikan dengan bahasa dan gambar menarik, diharapkan dapat memacu minat baca anak-anak," tambahnya.

Ia juga membeberkan inisiasi kerja sama dengan KemenPPPA untuk membuat buku edukatif tentang makanan bergizi yang mendukung program nasional Makanan Bergizi Gratis.

“Ke depan, kami mungkin akan membuat cerita sederhana agar anak-anak menyukai makanan bergizi dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji,” pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Modul Gembira #paud #sd #pendidikan #pemkot surabaya #generasi emas