Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siswa dan Guru SMPK Santo Stanislaus Surabaya Kenang Warisan Paus Fransiskus

Rahmat Sudrajat • Selasa, 22 April 2025 | 23:03 WIB
Murid-murid SMP Katolik Santo Stanislaus, Surabaya, memberikan penghormatan kepada Paus Fransiskus. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
Murid-murid SMP Katolik Santo Stanislaus, Surabaya, memberikan penghormatan kepada Paus Fransiskus. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA — Suasana di Pendopo SMP Katolik Santo Stanislaus, Surabaya, Selasa pagi (22/4) berbeda dari biasanya. Bukan tawa riang khas anak sekolah yang terdengar, melainkan lantunan doa dalam hening yang penuh haru. Ratusan siswa, guru, dan tenaga pendidik berkumpul bersama.

Di depan mereka, sebuah foto Paus Fransiskus terpajang rapi, dikelilingi bunga dan lilin yang menyala. Semua tertunduk, mengenang pemimpin umat Katolik sedunia yang telah berpulang.

“Ini adalah cara kami mengajarkan cinta kasih dan penghormatan,” ujar Theresia Dwi Suhadi, Kepala SMPK Santo Stanislaus.

Hari pertama sekolah usai libur Paskah dimanfaatkan untuk sebuah peringatan istimewa. "Kami ingin anak-anak tahu siapa Bapa Paus Fransiskus dan bagaimana warisan kasih beliau bisa menjadi inspirasi."

Theresia mengenang Paus Fransiskus sebagai pribadi yang sederhana, tulus, dan dekat dengan semua orang, terutama yang kecil dan terpinggirkan. Semasa hidupnya, Paus ke-266 itu memang dikenal sebagai sosok yang melampaui sekadar simbol keagamaan—ia adalah figur perdamaian dan kemanusiaan.

Di sekolah ini, sosok Paus Fransiskus bukan hanya nama dalam buku agama. Ia diperkenalkan lewat kisah-kisah nyata—seperti saat membasuh kaki imigran, mengunjungi para tahanan, hingga menyapa anak-anak dengan hangat tanpa sekat.

“Saya sedih sekali,” kata Hibran, siswa kelas IX, sambil menatap foto Paus Fransiskus. “Beliau adalah alasan saya ingin menjadi Romo. Saya belajar dari beliau tentang cinta dan pelayanan.”

Sejak itu, Hibran mulai aktif di kegiatan gereja dan semakin mantap menapaki panggilan hidup yang ia impikan.

Hal serupa dirasakan Alexandra, teman sekelasnya. Baginya, Paus Fransiskus adalah sosok teladan karena tidak ragu mendekat dan bersalaman dengan anak-anak. “Beliau rendah hati, itu yang saya kagumi,” ucapnya singkat, namun sarat makna.

Sebagai bentuk penghormatan, pihak sekolah akan menjaga suasana duka selama sembilan hari—seperti tradisi yang dilakukan di Vatikan. Foto, lilin, dan bunga akan tetap berada di pendopo, memberi ruang bagi siapa pun yang ingin datang dan berdoa. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#Pemakaman Paus #mengenang paus fransiskus #paus fransiskus #SMPK Santo Stanislaus