RADAR SURABAYA - Badan Penyelenggara (BP) Haji meminta Arab Saudi untuk mempercepat proses visa jemaah haji Indonesia, mengingat keberangkatan jemaah haji sudah mulai 2 Mei mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BP Haji Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf saat berkunjung ke Surabaya memantau kesiapan asrama haji.
Menurut Irfan saat ini proses visa jemaah haji masih 20 persen, namun dia sudah menyampaikan kepada Menteri Haji Arab Saudi saat bertemu di Madinah beberapa waktu lalu untuk mempercepat proses visa jemaah haji Indonesia.
"Tentu hambatan pasti ada seperti visa yang masih belum selesai. Kemarin sempet ketemu Menteri Haji Arab Saudi karena sampai saat ini baru 20 persen. Saya minta untuk dipercepat," ungkap Irfan, Minggu (20/4).
Irfan menyebut pihak Arab Saudi akan membantu melakukan percepatan sesuai dengan jadwal.
"Mereka tentu memahami situasi seperti ini dan akan memberikan kelonggaran," ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan ini.
Selain itu, Irfan juga memastikan bahwa jemaah haji yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya tetap menggunakan fast track.
Hal ini untuk mempermudah jemaah haji selama tiba di Arab Saudi agar tidak perlu mengantre untuk pemeriksaan dokumen paspor dan visa.
"Fast track tahun ini masih tetap ada di Surabaya, Solo dan Jakarta. Kita memang berharap tahun ini ada penambahan embarkasi yang mendapat layanan fast track. Insyaallah tahun depan akan ada penambahan," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam mengatakan, untuk request visa saat ini sudah mengajukan sejak Februari lalu.
"Paspor dan visa ini hampir bersamaan waktunya. Bukan karena trouble cuma kita agak ngebut. Sampai dengan saat ini paspor terkumpul 90 persen. Kami juga sudah ajukan request visa tapi masih proses," ungkap Anam. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari