RADAR SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) siap untuk menjalankan program pemerintah sebagai salah satu pelaksana program Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
Rencananya Unesa akan menggunakan kampus 2 di Lidah Wetan Surabaya untuk tahun pertama pelaksanaan sekolah rakyat.
Rektor Unesa, Prof Nurhasan menegaskan kesiapan Unesa dalam melaksanakan Sekolah Rakyat, terutama untuk jenjang sekolah menengah atas. Berbagai fasilitas yang dibutuhkan sudah disiapkan.
Prof Nurhasan menyebut ada keunggulan sekolah rakyat di Unesa yaitu ramah disabilitas, unggulan di bidang seni-budaya, dan olahraga.
“Dengan berbagai persiapan itu, Unesa siap menampung 150 siswa SMA pada Juli 2025 mendatang,” kata Prof Nurhasan, Minggu (20/4).
Konsep sekolah rakyat yang dikembangkan Unesa akan presentasikan dalam Rakor Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 29 April mendatang.
"Ini untuk mempermudah Pemprov Jatim memahami konsep sekolah rakyat yang ada di Unesa," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi menambahkan, pembelajaran nanti berbasis nilai, karakter, dan keahlian atau kompetensi.
Sehingga, peserta didik tidak hanya memiliki talenta atau prestasi terbaik, tetapi juga kompetensi dan karakter.
Untuk peserta didik yang nantinya berprestasi akan diberikan beasiswa untuk kuliah di Unesa.
“Sistem sekolah rakyat di Unesa yaitu terintegrasi, holistik, dan berkelanjutan hingga ke perguruan tinggi atau industri. Sekolah Rakyat tahun pertama ini difokuskan di Kampus Lidah Wetan dulu. Nah, yang berikutnya akan dilaksanakan di Unesa Kampus Gedangan,” papar Martadi.
Sebelumnya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi yang akan digunakan sekolah rakyat di Unesa Lidah Wetan.
Khofifah meninjau Gedung Laboratorium Anti-Doping, yang sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, pusat kebugaran dan olahraga, hinggapusat pengembangan seni-budaya,
Selain itu, juga meninjau Asrama Unesa yang nantinya akan dijadikan sebagai akomodasi peserta didik. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari