Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya
PENGECEKAN: Petugas gabungan dari BBKK Surabaya, Kanwil Kemenag Jatim hingga Dinkes Surabaya melakukan pemeriksaan kesehatan dan sanitasi lingkungan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (17/4).
RADAR SURABAYA - Jelang pelaksanaan ibadah haji 2025, Asrama Haji Sukolilo Surabaya dilakukan pemeriksaan kesehatan dan sanitasi lingkungan, Kamis (17/4).
Petugas dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), Kanwil Kemenag Jawa Timur hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melakukan pemeriksaan semua sudut gedung Asrama Haji Sukolilo.
Pemeriksaan sanitasi mulai dari tempat tidur jemaah, kamar mandi, saluran pembuangan hingga dapur untuk memasak makanan.
Bahkan, pencahayaan, kebersihan lingkungan, dan kualitas air juga menjadi fokus pemeriksaan.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BBKK Surabaya, Yuyung Setiyowati mengatakan, pemeriksaan kesehatan dan sanitasi lingkungan ini kali kedua dilakukan.
Pada pemeriksaan pertama menurut Yuyung, rekomendasi sudah ditindaklanjuti sehingga kali ini pihaknya hanya melakukan pengecekan tambahan untuk memastikan kesiapan menjelang masuknya jemaah haji 1 Mei mendatang.
"Mulai dapur kami sudah lakukan pengecekan. Kemudian kamar lampu kurang terang sudah ditindaklanjuti, kebersihan di sekitar halaman sudah ditindaklanjuti sehingga pada saat ini jauh lebih siap dari yang pertama," kata Yuyung.
Lebih lanjut Yuyung menjelaskan, pemeriksaan kualitas air untuk memastikan tidak ada bakteri E. coli atau Escherichia coli mengingat air digunakan tidak hanya untuk mandi dan mencuci tangan, tetapi juga untuk memasak.
"Pemeriksaan air untuk memastikan kualitas air cukup memenuhi persyaratan secara bakteriologis tidak ada E.coli. Kemudian secara fisik kejernihan maupun bau cukup aman digunakan penyiapan akomodasi masak," jelasnya.
Yuyung juga menambahkan bahwa keseluruhan pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan Asrama Haji layak secara kesehatan dan kebersihan sebelum kedatangan jemaah ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
"Hasilnya nanti kita akan kompilasi dari masukan beberapa tim jadi apa yang diperlukan nanti apa saran sarannya. Tapi melihat situasinya di lapangan jauh lebih bagus. Mungkin pembenahan kecil-kecilan untuk prasarana," tegasnya.
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan memastikan dengan pengecekan ini diharapkan jemaah haji bisa lebih nyaman dan terlindungi.
Setiap tahun menjelang kedatangan jemaah haji di asrama haji, pihaknya selalu memantau sanitasi lingkungan.
Bahkan sanitasi menjadi titik fokus setiap tahun saat musim haji tiba. "Setiap tahun sanitasi selai ada yang kurang. Jadi kami terus pantau dan perbaiki sebelum menerima jemaah haji," ujar Rosidi.
Selain pemeriksaan sanitasi, BBKK Surabaya juga akan melakukan fogging atau pengasapan di Asrama Haji.
Baca Juga: Megawati Hangestri Pertiwi Bawa Misi Berat Bersama Gresik Petrokimia di Final Four Proliga 2025
Fogging ini dijadwalkan seminggu hingga tiga hari sebelum kedatangan kloter pertama jemaah calon haji pada 1 Mei mendatang. Langkah ini memastikan lingkungan asrama steril dan sehat bagi para jemaah.
Sementara itu, Kasubag Administrasi dan Keuangan UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Abdulah Mawardi mengatakan, dari hasil pemeriksaan pertama ada evaluasi seperti dapur belum ada penangkal lalat atau nyamuk.
"Dari hasil evaluasi pertama dari tim BBKK ada evaluasi seperti dapur itu ada sarang untuk penangkal lalat dan nyamuk. Kemudian kamar jemaah lampu yang redup kita akan ganti," tutur Mawardi.
Pihaknya juga sudah menyiapkan sarana lainnya seperti menyiapkan 588 kamar untuk jemaah haji, mobil golf sebanyak unit unit.
"Jadi persiapan kami sudah 85 persen tinggal nunggu kanopi yang menghubungkan hall Muzdalifah dan Mina hanya pemasangan atas Mungin satu Minggu ini rampung," jelasnya.
Dijadwalkan kedatangan jemaah haji kloter pertama Kamis (1/5) pagi pukul 07.30 WIB yang berasal dari Kediri. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari