Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hindari Teh Celup dari Kantong Plastik, Ini Bahayanya

Andy Satria • Jumat, 18 April 2025 | 01:53 WIB
BAHAYA TEH CELUP: Seseorang membuat minuman teh, dengan menggunakan teh celup. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang bahaya mikroplastik dalam teh celup.
BAHAYA TEH CELUP: Seseorang membuat minuman teh, dengan menggunakan teh celup. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang bahaya mikroplastik dalam teh celup.

RADAR SURABAYA - Masyarakat Indonesia dikenal salah satu yang memiliki kebiasaan minum teh, untuk menikmati waktu yang biasanya disambi berbincang dengan kerabat dekat.

Namun dibalik kebiasaan yang membuat nyaman ini, tersimpan ancaman yang perlu diwaspadai. Yakni bahaya mikroplastik dalam teh celup.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu organisasi konservasi, Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), baru-baru ini, mereka menemukan partikel plastik berukuran sangat kecil yang ditemukan pada merk teh yang ada di Indonesia.

Mikroplastik plastik dengan bahan seperti polimer sintetis atau yang biasa dikenal dengan nylon, yang biasa digunakan dalam pembuatan kantong teh.

Melihat hal itu, dosen Prodi Teknologi Pangan Petra Christian University (PCU) Surabaya, Ong Lu Ki, S.T., Ph.D., menjelaskan bahwa bagaimana mikroplastik dapat terurai dari teh celup.

"Mikroplastik ini seperti ancaman laten saat kita menyeduh teh dengan air panas. Begitu lapisan plastik pada kantong teh terkena air panas, maka langsung melepaskan partikel berbahaya yang kemudian bercampur dengan cairan yang akan kita minum,” kata Ong Lu Ki, Rabu (16/4).

Bahaya mikroplastik memang tidak bisa dianggap remeh, karena partikel-partikelnya bisa masuk ke dalam pembuluh darah manusia.

Dan bisa merugikan bagi kesehatan manusia, seperti mengalami gangguan pencernaan, pernafasan, kanker, reproduksi hingga berpengaruh pada ASI.

“Bisa mengacaukan fungsi organ vital, bahkan memicu keracunan. Jika ini berlangsung dalam jangka panjang, maka ada potensi untuk memicu penyakit autoimun,” tambah ahli rekayasa proses pangan ini.

Ia melanjutkan, teh celup yang memiliki resiko mengandung mikroplastik adalah yang pada kantongnya terbuat dari plastik.

"Jika kantong teh terbuat dari plastik atau dilapisi plastik, hampir bisa dipastikan di dalam teh celup tersebut mengandung ancaman mikroplastik,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Ong Lu Ki memberikan solusi yang inovatif kepada para produsen teh celup sebagai bahan pertimbangan.

Yakni dengan beralih menggunakan kantong teh berbahan alami namun yang kuat dan aman serta bahan pelapis yang bisa dicerna tubuh.

Contohnya menggunakan bahan serat panjang yang tidak mudah pecah.

“Inovasi ini akan membantu mengatasi masalah mikroplastik tanpa mengurangi kualitas cita rasa seduhan teh,” tambahnya.

Selain itu, jika masyarakat masih ragu dalam memilih teh celup yang aman, alternatif yang bisa diambil adalah dengan melakukan langsung penyeduhan daun teh asli dengan menggunakan alat khusus.

Minum teh tetap menjadi kebiasaan yang menyehatkan, namun kita perlu bijak dalam memilih dan mengonsumsinya agar terhindar dari bahaya mikroplastik.

Kesadaran dan tindakan nyata dari semua pihak sangat penting untuk melindungi kesehatan dan lingkungan kita. (sam/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#minum teh #teh celup #ecoton #mikroplastik #Petra Christian University #Ong Lu Ki